Suatu ketika perjalanan dari Salatiga ke Kudus via Bringin

25 April 2018

Saat adik tidur, waktunya Akhtar bersama saya. Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan kepada saya. Salah satu yang membuat saya salah tingkah adalah ketika kami melewati pepohonan rindah ditengah matahari yang terik.

Akhtar: “mah, pohonnya ga kepanasan?”

Saya: “oiya, kepanasan ga ya? Apa malah seneng ya? pohonnya seneng karena bisa masak makanan”

Akhtar: “sreng2 gt?”

Saya: “iya, makanan dari akar (saya pernah menjelaskan kepada akhtar tentang fungsi akar) dibawa ke daun buat di masak. Kalau Akhtar masak pakai api, daun masaknya pakai sinar matahari. (Semoga jawaban memuaskan Akhtar)”

Akhtar terdiam sejenak seperti berpikir.

Akhtar: “kalau air dicampur angin dicampur sinar matahari dicampur dingin dicampur panas jadinya apa?”

Saya: “eng ing eng????”

Saya kemudian berpikir, jawaban apa yang bisa memuaskan pertanyaan akhtar tanpa berbohong dan tanpa mematahkannya.

Saya: “waduh, mama juga belum pernah dengar sinar matahari dicampur dingin dicampur angin dicampur panas jadinya apa. Nanti kalau akhtar sudah tambah besar, kita cari tau sama-sama ya. Kalau belum ada yang pernah bikin, akhtar yang bikin ya. Nanti kasih tau mama hasilnya”

 

Auh, mamanya jawabnya deg-deg an. Anak-anak ni selalu berpikir out of the box ya.

Satu Komentar

  • Nuno 25 April 2018pada08:15

    Pinter yaa anaknya 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *