Siapkah Orang Tua Ketika Anak Mandiri?

14 Januari 2022

Setiap orang tua ingin anaknya mandiri. Berbagai cara dilakukan untuk melatih anak mandiri. Namun apakah orang tua siap menerima ketika anak-anak mandiri? Apakah orang tua ridho ketika anak-anak mempunyai pemikiran dan keputusan yang berbeda dari pemikiran dan keputusannya?

Apa yang akan dilakukan orang tua ketika anak-anak ingin berjualan di usia 7 tahun?

Apa yang orang tua akan lakukan ketika anak memilih jurusan kuliah yang berbeda dari keinginan orang tua?

Bagaimana jika anak ternyata ingin tinggal sendiri dan berpisah tempat tinggal dari orang tua?

Dan hal-hal lain yang mungkin saja terjadi pada hubungan anak dan orang tua. Apalagi ketika mereka menginjak usia dewasa. Dunia dan lingkungan anak akan sangat berbeda dari dunia dan lingkungan kita saat ini. Dunia dan lingkungan yang bisa jadi menuntutnya berpikir dan bertindak berbeda dengan cara kita berpikir dan bertindak. Apakah kita akan ridho dan rela ketika anak mandiri dalam berpikir dan bertindak?

Pemikiran ini sudah lama aku pikirkan apalagi ketika bertemu dengan bahasan sesuai di Obrolan Dapur Ibu ep. 58: Ridho Terhadap Kebahagiaan Anak, Mudahkah?

Aku manggut-manggut saat mendengarnya. Sudah lama aku ingin menuliskan pemikiran ini, tetapi tak kunjung terealisasi. Sampai akhirnya kemarin, waktu sesi dengan psikolog aku ditanya apakah aku sudah mulai bisa semeleh (menerima ketika kondisi tidak sesuai rencana dan keinginan)? Termasuk kepada anak?

Karena, aku, sebagai penderita anxiety disorder sangat nyaman dengan sesuatu yang terencana dan pasti. Akan tidak nyaman dengan perubahan yang mendadak dan hal yang tidak pasti.

Lalu, aku mulai merenung lagi, nampaknya rasa semeleh harus aku latih lagi termasuk ke anak-anak. Karena rasa semeleh inilah yang akan membantuku ridho terhadap pemikiran dan perilaku anak yg tidak sesuai denganku.

Seperti apa yang di bahas di Obrolan Dapur Ibu, sebagai orang tua, kadang kita kesulitan untuk menerima bahwa anak sudah mandiri.

Apalagi nanti ketika mereka sudah dewasa. Ketika kita sudah terbiasanya mengatur dan mendikte anak-anak, orang tua kaget ketika anak-anak sudah remaja atau dewasa dan mereka mandiri dengan pemikiran dan tindakannya.

Setuju dengan pemaparan Ibu Septi dan Bapak Dodik, serta psikologku, bahwa melatih ridho dan bahagia dengan kemandirian anak perlu kita, orang tua, latih, dari anak kecil.

Ya, betul. Anak-anak belajar mandiri cara berpikir dan bertindaknya. Orang tua berlatih ridho dan bahagia menemani anak mandiri.

Sulit, karena kadang pemikiran dan cara anak belajar mandiri sangat unik dan berbeda.

Anak kedua ku suka sekali mencampur makanan. Pernah dia makan nasi dicampur meses. Tahu di celup ke air putih (semacam makan oreo di celupin ke susu). Minta memotong pakai pisau sendiri. Membuat jus sendiri. Membuat susu sendiri. Dll.

Si sulung kadang lebih unik. Dia suka mencampur bahan makanan untuk di masak. Terong yang awalnya mau aku masak, dicacah olehnya dan dicampur tepung. Terus di goreng. Dia juga sering minta goreng telur sendiri. Pernah juga mau menyebrang jalan sendiri.

Kebahagiaan mereka dalam berlatih kemandirian ini tidak hanya bikin orang tuanya deg-degan, tetapi konsekuensinya cukup bikin elus dada.

Saat mereka berlatih mandiri di dapur misalnya, bahan dan alat akan berhamburan kemana-kemana. Cucian bertambah banyak.

Aku sering berpikir, saat ini mereka masih kanak-kanak. Pemikiran dan tindakan mereka tidak salah. Tetapi sudah bikin mengelus dada.

Jika kita tidak berlatih dari sekarang untuk merangkul perbedaan dan perilaku kita dan anak-anak bisa jadi kelak ketika mereka dewasa kita kaget dengan keputusan-keputusan yang mereka ambil terkait hidup mereka.

Jadi, untukku, yuk terus minta sama Allah untuk dibimbing dan diarahkan dalam mendidik anak-anak. Juga, semangat yuk belajar dan berlatih, ridho pada kemadirian dan kebahagiaan anak. Selama apa yang mereka pikirkan dan mereka lakukan masih pada batasan.

Jika dibawah 7 tahun, selama tidak merusak, mengganggu dan menyakiti diri sendiri dan orang lain, ridho lah.

Jika sudah masuk 7 tahun, selama tidak merusak, mengganggu dan menyakiti diri sendiri dan orang lain, serta sesuai ajaran agama dan adab dan norma yang berlaku, ridho lah.

Ridho kita sebagai orang tua diperlukan anak-anak.

Rasa semeleh juga akan berguna untuk diri kita sendiri. Agar bisa lebih sehat secara mental dan fisik.

 

 

3 Komentar

  • Nurul Fe 14 Januari 2022pada06:17

    Intine semeleh ya Mbak, aja ridho (◍•ᴗ•◍)❤

  • Nurul Fe 14 Januari 2022pada06:18

    Intine semeleh ya Mbak,

    • tutikandarini 26 Januari 2022pada03:16

      Betul Mbak. Semeleh 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *