Sayuran Berkaki Empat

5 Juli 2018

Ya kan ya kan. Baru juga bangun tidur yang dicari buku. Saya lagi masak, gendong adek pula, si mas Akhtar ribuuut minta dibikinin hewan-hewan dari sayur kayak yang di buku. Duuuh, sempet emosi dong saya. (Maafin mama ya Akhtar).

“Oke, setelah semua mandi, baru bikin ya.”

Begitu kesepakatan saya dan Akhtar. Setelah semua mandi, dan kebetulan adek bobo, Akhtar langsung minta dibikinin. Bahkan ditawari HP dia tak mau. 😂😂😂

 

Beginilah tikus dan singa hasil kreasi kami. Beda jauh ya dari yang di contoh. Karena terong tak kami dapatkan tadi pagi saat membeli sayur. Jadilah ubi jalar jadi pilihan kami untuk membuat tikus karena bentuk aslinya pun sudah mitip dengan tikus. Hihiihi.

Mata tikus pakai jarum pentul, kaki pakai stik es krim yang dibelah jadi dua kemudian diruncingin. Stik es krim yang sudah runcing ditusuk ke badan ubi. Jadilah kaki-kaki. Sama dengan telinga tikus, pakai stik es krim yang diruncingin namun lebih pendek. Untuk ekor, kami pakai kawat nemu di meja. Taraa, jadilah tikus lucu. 😁

Nah, kalau singanya (mirip ga sih sama singa, mamak gak yakin. Hihihi). Pakai ubi juga. Bagian depan yang moncong dipotong dikit kemudian disisipi bunga kol. Mata sama pakai jarum pentul. Namun, singa ga terlalu bertahan lama karena ga terlalu kuat.

Sekarang si kelinci masuk kulkas bareng sama playdough yang kemarin dibikin waktu bikin gunung api. Selesai bikin tikus, lanjut minta bikin yang dari batu dooonk. Duh, mamak seneng anak seneng belajar, seneng nyoba, dan hasilnya pun selalu dia hargai bagaimanapun bentuknya. Tapi tapi tapi, mamak juga seneng kok 😆😆😆. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Pokoknya selalu bersyukur. 😊

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *