Rumahku Tempatku Belajar

3 Februari 2020

Kejutan lagiii. . .

Ga ada capeknya tim institut ibu profesional membuat kejutan.

Yang tentu saja membuat saya terus berpikir dan belajar.

Jadi apa kejutan minggu ini?

Taraaaa. . .

Si ulat diminta cari rumah!

Minggu ini, cerita si ulat mencari rumah adalah tugasnya. . .

Dan masih konsisten sejak awal, saya sedang fokus di masalah emosi. Maka manajemen emosilah yang saya hampiri pertama. Walaupun sempat galau apakah akan ambil rumah parenting terlebih dahulu. Namun akhirnya meneguhkan hati untuk memperbaiki emosi diri terlebih dahulu. Nanti, setelah kenyang dengan ilmu ini, baru pindah ke rumah parenting.

Bingung dan heboh

Seperti yang sudah-sudah

Saat tantangan datang. . .

Pun yang saya rasakan.

Tapi ya sudah, jalani saja dulu. . .

Link WA diberikan. Masuklah saya ke rumah keluarga manajemen emosi. Dan tanpa disangka peminatnya cukup banyak. Lebih dari 300 orang. Tentu saja tak mampu ditampung WA.

Pindahlah kami ke telegram yang bisa menampung anggota lebih banyak.

Lagi-lagi heboh dan bingung. Karena memang belum terlalu familiar dengan telegram.

Namun, Alhamdulillah bisa berjalan lancar. Salut untuk mbak Aisyah sebagai kepala keluarga yang sabar mendampingi anak-anaknya yang super banyak. Dengan tim inti tentunya. Terima kasih mbak-mbak. 🤗🤗🤗

Karena banyaknya peminat, kamipun dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu

  • Innerchild
  • Self healing
  • Manajemen konflik
  • Manajemen marah

Kelompok self healing dan manajemen marah pun harus dibagi lagi menjadi beberapa kelompok karena banyak peminatnya.

Saya?

Saya memilih manajemen konflik. Walaupun sempat galau apakah harus pindah ke kelompok self healing.

Namun…

Saya resapi salah satu kendala yang saya hadapi adalah saya bingung harus bagaimana saat menghadapi konflik. Biasanya diam. Namun pada waktu tertentu akan meledak.

Akhirnya, masuklah saya di keluarga seru ini.

Saya kembali bersyukur mendapat ketua kelompok yang sigap dan baik. Mbak Garnis namanya. . .

Kini, keluarga “besar” ini sedang berdiskusi secara seri.

Berdiskusi tentang keluarga di grup telegram “Inside out” dan tentang materi manajemen konflik di grup WA manajemen konflik.

Ah iya, nama keluarga besar saya adalah “Inside Out” didapat dengan cara voting.

Disini kami berkenalan satu sama lain, berdiskusi tentang nama keluarga, informasi tentang kelompok-kelompok, diskusi tentang tata tertib, dll.

Sedangkan di grup kelompok manajemen konflik, kami sedang berdiskusi tentang bagaimana kami akan belajar, dan sharing tentang apa saja yang kami ketahui atau yang membuat kami bingung.

Masih bingung dan masih meraba-raba. Tapi saya yakin kami akan menjadi tak hanya besar tapi juga berisi. . .

Selamat menikmati makanan di rumah masing-masing. . .

Jangan lupa bahagia 🥰🥰🥰

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *