Our First Homemade Slime

3 Mei 2018

Wajah sumringah mau bikin slime. Beberapa kali cari tutorial di youtube dan akhirnya baru hari libur kemarin terlaksana. Awalnya saya membeli beberapa pewarna ketika belanja di pasar hanya untuk persediaan, jika sewaktu-waktu mau bebikinan bersama Akhtar dan Arfa. Tapii, tak sabar, Akhtar akhirnya minta membuat slime ketika tahu saya membeli pewarna. Dan akhirnya Akhtar dan papanya mencari bahan lain. Saya? Saya masak di dapur dan adek bobo.Β Hihihi.

Bahan awal yang dipakai adalah

  1. Lem pova;
  2. Tetes mata insto;
  3. Sabun cair;
  4. Pewarna makanan.

 

Saya tidak tahu bagaimana proses awal Β Akhtar dan papanya membuat. Sampai akhirnya terdengar nada bingung dan kecewa dari si papa dan Akhtar mengapa slimenya tidak mau memadat (seperti cair).

Saya: “Tak apa belum jadi, kan baru pertama. Kita jadikan pewarna saja yuk”, ajak saya.

 

 

 

Dan, taraaa, tidak ada yang sia-sia kan? Tetap bisa digunakan untuk cetak-cetak di kertas. Setidaknya mengurangi rasa kecewa Akhtar yang ingin sekali membuat slime.

 

 

 

 

Percobaan Kedua

Dan ternyataa, nampaknya papa Akhtar belum puas. Beliau masih penasaran sebenarnya apa yang salah, padahal sudah melakukan semua yang ada di tutorial. Akhirnya, si papa mencari merk lem lain. (Maklum, bapak ini termasuk tipe perfeksionis kalau soal keindahan dan kerapian kalau belum sesuai keinginan, terus dikejar. Melengkapi saya yaa pak πŸ˜‚).

Okee, sampai rumah, dicarilah tutorial termudah di youtube yang hanya menggunakan lem fox dan insto. Dan dicampurlah mereka berdua. Apa yang terjadi pembacaaa????

SAMA SAJA. TETAP CAIR πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜†.

 

Percobaan Ketiga

Muka sudah mulai tertunduk. Tapi saya tetap mencari tutorial baik di blog atau di youtube. Dan di tutorial terakhir yang saya lihat, ada 1 trik yang sangat bermanfaat yaitu penggunaan detergen untuk β€œmemperbaiki” teksture slime jika dapat insto kurang manjur.

 

Dan berikut adalah bahan ketiga kami (sekarang saya ikut buat) πŸ˜€

  1. Lem fox;
  2. Tetes mata insto;
  3. Sabun cair;
  4. Ditergen;
  5. Air.

 

 

 

 

Di percobaan terakhir, Alhamdulillah berhasiiil. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„. Wajah sumringah dari si bapak dan anak. Saya pun ikut lega. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Dan berikut cara yang paling berhasil kami lakukan.

  1. Campur lem dan air sedikit, aduk sampai rata;
  2. Tambahkan sabun cair, aduk sampai rata;
  3. Teteskan pewarna, aduk rata;
  4. Teteskan insto (agak banyak 8-10 tetes), aduk-aduk;
  5. Jika dapat insto yang bagus/manjur maka akan bisa langsung jadi. Ciri-ciri slime jadi adalah bisa menggumpal dan membersihkan tempat pembuatan.
  6. Jika belum jadi, tambahkan detergen yang dicampur air sedikit (deterjen kental) kemuadia campur ke dalam adonan. Dan akhirnya JADIΒ 

Akhirnya slime jadi setelah beberapa kali percobaan dan bolak-balik ganti bahan.

 

Maknanya adalah, “jangan pernah menyerah ya nak, dalam melakukan sesuatu. Bisa jadi kamu perlu melakukan banyak percobaan untuk berhasil. Dan jangan pernah menyesal melakukan kesalahan ya, bisa jadi kesalahanmu bisa menghasilkan hal lain yang bermanfaat“. Selamat mencoba. Selamat belajar seasyik bermain. 😍😍😍😘

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *