Nyaman? Waktunya Bergerak

27 Juni 2019

Nyaman.

Kata itulah sepertinya pendorong saya untuk bergerak. Mengambil peran dalam organisasi. Bahkan berani menggawangi acara kulwap dengan pengalaman nol.

Yaaa, sejak lulus kuliah 7 tahun lalu, saya memang tak mengambil peran dalam organisasi. Sibuk bekerja dan mengurus keluarga. Setelah resign dari pekerjaan pun, saya tak berani mengambil peran apapun. Bergulat dengan perasaan yang tak kunjung stabil dengan perubahan status dari ibu pekerja publik menjadi ibu pekerja domestik. Daaaan, perubahan-perubahan yang mengikutinya seperti kehamilan anak kedua, mengasuh dua balita, pindah tempat tinggal, dll. Bagi saya, perubahan-perubahan itu menguras tenaga dan pikiran sehingga tak berani mengambil peran.

Waktu berjalan, sayapun berproses….

Beberapa bulan yang lalu, saya merasa jalan di tempat. Sepertinya saya sudah berada di zona nyaman. Tak terjadi perubahan drastis yang menuntut saya untuk berkonsentrasi pada perubahan tersebut. Sayapun memberanikan diri mengambil peran dalam organisasi. Sebagai sekretaris grup rumah belajar literasi IP Jepara. Grup baru yang belum terlalu ramai. Cocok bagi saya yang masih belum mahir tapi ingin belajar. Dan tentu, saya banyak belajar dari sini.

Hati kecil saya kembali tertantang saat mbak Susi, penasehat grup, menyarankan untuk mengadakan kulwap dengan tema PUEBI. Tema yang sama dengan kulwapp yamg diadakan KLIP beberapa waktu yang lalu, dimana pengumumannya saya share di grup rumbel.

Saya berdiskusi dengan suami tentang keinginan saya untuk berperan mengadakan kulwap dengan segala resikonya. Suami mengijinkan. Sayapun mencari tahu nomor narasumber.

Berkali-kali saya berpikir, akhirnya saya pun menghubungi narasumber. Daaaan, narasumber bersedia mengisi kulwap di bulan Juni setelah lebaran.

Lebaran usai. Alarm mengingatkan saya untuk segera mendiskusikan tentang kulwap. Setelah berdiskusi dan meminta pendapat teman-teman inti di rumbel literasi, sayapun menghubungi narasumber. Tanggal 24 Juni 2019, itulah tanggal yang disepakati. Hanya berselang 1 minggu dengan waktu kesepakatan. Saya cukup panik. Wapri kesana kemari untuk meminta saran. Dengan kemampuan seadanya, beberapa tugas saya lakukan seperti.

  • Membuat eflyer dengan aplikasi canva

Tampilan eflyer untuk kuliah whatsapp

  • Membuat google form untuk pendaftaran. Jujur, sudah sejak lama saya ingin mempelajari gform ini. Tetapi tak kunjuk terlaksana. Dengan menantang diri mengambil peran sebagai penanggung jawab kulwap, mau tak mau saya belajar. Walaupun masih sangat sederhana dan terbata-bata, saya berhasil membuatnya. Alhamdulillah.
  • Mempromosikan kulwap. Bagi saya, ini bagian sulit karena marketing adalah salah satu kelemahan saya. Kata irit dan kurang bisa interaktif. Hehehe. Tapi alhamdulillah peserta lumayan banyak, ada 46 orang.
  • Mencari moderator. Setelah menawarkan di grup dan tak ada yang merespon, saya menggunakan cara singkat. Menawarkan langsung kepada mbak Nurul. Seorang sahabat dimana saya pernah melihat beliau menjadi moderat. Jadilah nama beliaulah yang pertama saya ingat untuk saya tawarkan menjadi moderator. Bersyukur beliau menerimanya. Alhamdulillah.

Persiapan selesai, peserta sudah masuk di grup. Hari yang ditunggupun tiba.

Senin, 24 Juni 2019…..

Jam 8 pagi alarm mengingatkan saya tentang kulwap. Saya ingat tapi saya sedang memikirkan dan memantau hal lain yang lebih penting. Ibuk operasi di jam 8 pagi di hari yang sama. Saya sibuk memastikan dan mengkhawatirkan kondisi ibuk dari rumah Boyolali. Saya tak bisa menemani karena 2 anak tak bisa ditinggal dan tak boleh ikut masuk ke RS. Belum lagi keriwehan di rumah Boyolali yang sedang mempersiapkan bapak untuk jadi kepala desa.

Jarum jam menunjukkan pukul 09.30. Saya kaget. Saya hampir lupa. Narasumber dan moderator belum dihubungi. Juga belum masuk di grup untuk menyapa dan mengingatkan. Ditambah lagi saat itu Arfa si anak kedua rewel karena mengantuk.

Selama 1 jam, saya memantau grup. Menyimak dan memastikan grup dalam kondisi kondusif. Alhamdulillah sampai akhir, kulwap berjalan lancar.

Di waktu yang sama. Pukul 11 lebih semua mulai stabil. Kulwap selesai, Arfapun tertidur dalam gendongan. Beberapa menit kemudian suami mengabarkan bahwa ibuk sudah selesai dioperasi dan tak ditemukan tumor seperti diagnosis sebelumnyaa.

Allahu Akbar!!!!

Saya super legaaa.

Itulah sedikit cerita dari saya. Yang masih awam dengan kepengurusan online juga penyelenggaraan kuliah whatsapp. Tak sempurna tapi alhamdulillah lancar sampai akhir. Dan yang pasti saya banyak belajar dari penyelenggaraan ini.

Terima kasih untuk teman-teman rumbel literasi IP Jepara yang memberi saya kesempatan untuk belajar. Terima kasih untuk peserta kulwap yang bersedia belajar bersama. Terima kasih narasumber, Shireishou, atas ilmunyaaa.

Tak lupa terima kasih untuk suami dan 2 jagoan yang selalu mendukung 🥰🥰🥰

 

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *