Menjawab Pertanyaan Anak 5 tahun Tentang Haid/Menstruasi

13 Mei 2019

Pertanyaan itu akhirnya datang juga.

Mah, kenapa mamah ga puasa?”

Pertanyaan Akhtar yang muncul hari Selasa lalu. Saat saya tak puasa karena kedatangan tamu bulanan. Ya, tamu itu datang di hari pertama puasa menjelang berbuka. Alhamdulillah bisa batalin puasa 1,5 jam menjelang berbuka. 😂😂😂

Otomatis hari kedua saya tak puasa. Muncullah pertanyaan – yang sudah saya perkirakan- tadi. Tentang mengapa saya tak puasa.

Pertanyaan itu tak langsung saya jawab. Saya minta Akhtar untuk memberi saya waktu. Baru tadi malamlah saya memberinya jawaban.

“Akhtar, kemarin Akhtar tanya kan kenapa mama ga puasa? Akhtar masih mau denger jawabannya?” Tanya saya.

“Mau. Kenapa mah?” Akhtar penasaran.

“Mama ambilin buku dulu ya.”

Saya mengambil buku untuk mendukung penjelasan saya. Ya, sebagai pendukung saja. Karena kebetulan saya tak menemukan tentang penjelasan alat reproduksi di buku di rumah kami.

Akhirnya, buku yang menjelaskan tentang perkembangan janin lah yang saya pilih.

Penjelasan tentang perkembangan janin di buku Ensiklopedi Bocah Muslim

Sambil melihat gambar-gambar di buku, saya menjelaskan kepada Akhtar bahwa di dalam perut mama, ada rahim dan sel telur. Sel telur itu, jika dibuahi akan menjadi dedek bayi. Nah, rahim adalah rumah dedek bayi di perut mamah.

Jika telur tak dibuahi maka telur dan rahim akan meluruh. Keluar dari perut mama lewat vagina berupa darah. Itulah yanh disebut haid atau menstruasi. Nah, karena berdarah, Allah memberikan keringanan pada mama untuk tidak sholat dan puasa.

“Berdarah? Kok berdarah? Kalau berdarah di kasih obat aja.” Kata Akhtar yang sepertinya belum puas dengan penjelasan saya.

“Yang berdarah di dalam perut mama Akhtar. Ga kelihatan dan ga sakit. Mama ga perlu obat.” Jawab saya.

Akhtar masih tampak berpikir sambil melihat-lihat gambar yang tadi saya tunjukkan.

“Akhtar sudah paham?” Tanya saya.

Dia masih terdiam, nampak berpikir. Namun memutuskan untuk bertanya hal lain.

“Nanti kalau Akhtar sudah lebih besar dari sekarang, insyaAllah lebih mengerti.” Lanjut saya.

Akhtar kemudian minta dibacakan perkembangam bayo dalam rahim ibu sejak usia 1 sampai 9 bulan.

Begitulah awal ramadhan saya. Disambut tamu bulanan sekaligus pertanyaan yang cukup membuat saya untuk berpikir. Bagaimana menjawab seilmiah dan sejujur mungkin tetapi bisa dipahami anak 5 tahun.

Mungkin, saat ini penjelasan saya belum betul-betul bisa dipahami Akhtar. Tapi paling tidak, saya memberinya penjelasan selogis mungkin. Harapannya kelak ketika dia penasaran terhadap banyak hal termasuk soal sex, dia bertanya pada saya. Bukan yang lain.

Semoga selalu dimudahkan oleh Allah dalam menjawab pertanyaan anak-anak. Aamiin.

 

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *