Melihat Lebih Dekat Spora Jamur

8 Mei 2019

Assalamu’alaikum wr. wb.

Alhamdulillah sudah masuk Ramadhan hari kedua ya. Semoga puasa lancar dan mendapat pahala maksimal. Aamiin.

Hari ini saya ingin bercerita tentang kegiatan anak-anak beberapa hari yang lalu. Sebelum masuk Ramadhan.

Pagi itu, anak-anak heboh dengan tumbuhnya jamur di kayu tak terpakai di sebelah rumah. Banyak pertanyaan muncul akibat melihat jamur-jamur tersebut.

Gambar jamur kayu
Sumber : pixabay.com

Anak-anak mengamati dan memegang jamur-jamur tersebut. Setelah puas, mereka masuk rumah untuk mencari tahu lebih banyak tentang jamur terkait pertanyaan-pertanyaan mereka. Melalui buku.

Nah, Alhamdulillah-nya beberapa pertanyaan anak-anak (khususnya Akhtar) ada di buku.

Misalnya,

“Mah, kok jamurnya baru ada sekarang, kemarin-kemarin ga ada?” Tanya Akhtar.

Sayapun menjawab,”karena jamur tumbuh di tempat lembab. Kan beberapa hari ini hujan, jadi kayunya lembab. Jamur suka. Jadi tumbuh disitu deh.

“Mah kok jamur tumbuh di sini sih (di kayu)?

Sayapun menjawab,” karena Allah menciptakan jamur untuk menghancurkan kayu-kayu yang sudah mati Akhtar. Nah, tadi jamur tumbuh di kayu yang udah mati kan? Mungkin jamurnya pingin bikin kayunya hancur. Eh, Allah hebat ya bisa bikin jamur.

Jawaban-jawaban tersebut saya dapat dari menggabungkan apa yang sudah kami baca di buku dengan apa yang kami lihat langsung.

Bersyukur ada buku yang bisa membantu saya menjelaskan secara ilmiah apa yang ingin diketahui Akhtar.

Pertanyaan-pertanyaan Akhtar telah terjawab. Namun, saat melihat ada percobaan sederhana terkait jamur, saya pun mengajak anak-anak untuk mempraktekannya.

Percobaan untuk melihat apa dan bagaimana bentuk spora itu. Di buku dijelaskan bahwa jamur tak memiliki buah. Namun Allah menciptakan spora untuk jamur agar bisa berkembang biak. Spora itu seperti apa sih? Nah, berikut percobaannya.

Percobaan terkait spora jamur

  1. Ambil jamur kemudian potong tangkainya
  2. Ambil bagian atas (kepala jamur)
  3. Letakkan kepala jamur tersebut di atas kertas (jika jamur berwarna terang taruh di kertas berwarna gelap. Sebaliknya jika jamur berwarna gelap taruh di kertas berwarna terang)

    Kepala jamur sebelum didiamkan

     

  4. Diamkan semalaman
  5. Di pagi hari, kalian akan melihat spora berjatuhan dari kepala jamur.

Kepala jamur setelah didiamkan semalaman

Spora yang telah terlepas dari kepala jamur

Spora ini lembut dan kecil-kecil sekali. Biasanya mereka beterbangan di udara. Jika mereka menempel di tempat yang cocok (lembab), mereka akan tumbuh sendirinya.

Cukup seru yaa.

Selain pengalaman melihat secara langsung jamur dan spora. Saya bisa menyelipkan pelajaran tentang kekuasaan Allah pada anak-anak. Begitu hebatnya Allah menciptakan jamur dengan sporanya. Serta hebatnya Allah menciptakan jamur sebagai penghancur kayu yang telah mati. Bayangkan jika tak ada jamur, dunia akan penuh dengan sampah kayu.

Belajar memang bisa dimana saja ya, termasuk di rumah.

Selamat belajar seasyik bermain!

2 Komentar

  • Alif Kiky 9 Mei 2019pada09:50

    Kadang yang bikin alergi ini sporanya ya mbak

    • tutikandarini 15 Mei 2019pada07:33

      Oiya ya mbak? Malah belum tahu kalau spora jamur bisa bikin alergi. 🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *