Melacak Keterampilan yang Dibutuhkan Untuk Menunjang Kekuatan Diri

23 Desember 2019

Selamat datang di tugas kedua Bunda Cekatan Ibu Profesional….

Jika minggu lalu kami diminta untuk mencari telur hijau yang merupakan aktivitas yang dibagi menjadi 4 kuadran lalu dipilih 5 aktivitas bisa dan suka. Maka minggu ini kami diminta untuk mencari telur merah.

Apa itu telur merah??

Telur merah adalah keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan kita dalam 5 aktivitas bisa dan suka yang sudah dipilih dalam telur hijau.

Baca: Lacak Kekuatanmu

Nah, nah, nah… dari kelima aktivitas tersebut manakah yang paling urgent untuk ditingkatkan kemampuannya?

Bagi saya, 5 kegiatan yang saya pilih minggu lalu merupakan kegiatan urgent yang ingin segera saya lakukan dalam menjalani peran sebagai ibu, istri, dan pribadi berdasarkan analisis saya terhadap masa lalu, hasil Talents Mapping, dan saran praktisi Talents Mapping.

Kelima aktivitas yang saya pilih sebelumnya sebenarnya saling melengkapi. Dan sepertinya memiliki kebutuhan ilmu yang saling beririsan.

Yuk kita lihat bagaimana irisannya!

Untuk mempermudah analisis, saya menggunakan 3 kategori berdasarkan tujuan. Yaitu:

1. Menyalurkan Bakat untuk menghindari stress.

Berdasarkan hasil TM (dan memang saya rasakan), saya memiliki bakat analitycal dan intelection dimana kedua bakat tersebut merupakan area thinking.

Jika bakat tersebut tidak saya salurkan maka saya berkemungkinan stressfull dan overthinking. Yang tentu saja berpengaruh saat berkegiatan dengan anak-anak maupun dengan suami.

Di dalam telur hijau, bakat ini saya salurkan melalui aktivitas berpikir dan bertemu orang untuk berdiskusi dan belajar. Bepikir dan berdiskusi disini mungkin akan lebih banyak diisi dengan ilmu-ilmu parenting dan keluarga. Ilmu yang saya suka dan sedang saya butuhkan.

Untuk menunjang aktivitas tersebut saya membutuhkan keterampilan manajemen waktu dan komunikasi produktif, sibling rivalry, perkembangan anak sesuai usia, FBE, dll.

2. Memilih kegiatan yang juga disukai suami untuk meningkatkan bonding.

Saya dan suami memiliki bakat yang sama yaitu bakat connectedness. Bakat ini merupakan bakat dimana seseorang memiliki keyakinan bahwa ada keterhubungan dalam kehidupan. Ada hikmah dalam setiap kejadian. Maka, melalui bakat yang sama ini, saya bersama suami ingin memperbanyak kegiatan dan obrolan tentang hikmah.

Di dalam telur hijau saya menyalurkan bakat ini melalui aktivitas mencari hikmah. Tentu dalam berkegiatan dan mengobrol ini saya membutuhkan ilmu komunikasi produktif.

Selain itu, saya dan suami sama-sama memiliki bakat focus dan consistency. Sama-sama memiliki tujuan dalam berkegiatan. Juga sama-sama suka keteraturan. Tantangan untuk bakat ini adalah perlu jadwal serta rencana yang matang jika ingin berkegiatan atau bepergian.

Dalam telur hijau bakat ini saya salurkan melalui aktivitas berkegiatan sesuai jadwal dan aturan. Tentu saja untuk mengakomodir aktivitas ini, saya memerlukan keterampilan manajemen waktu, komunikasi produktif, membuat jadwal acara, dan itinerary.

3. Memilih kegiatan untuk meningkatkan bonding dengan anak.

Empathy adalah salah satu bakat dominan saya. Orang dengan bakat ini akan mudah merasakan perasaan orang lain. Saya ingin meningkatkan bakat ini untuk mempererat bonding dengan anak. Berkegiatan dengan anak dengan melibatkan perasaan anak-anak.

Dalam telur hijau, bakat ini saya salurkan melalui aktivitas memperhatikan perasaan orang lain.

Untuk menunjang aktivitas ini saya memerlukan keterampilan membaca bahasa tubuh, sentuhan ibu, bahasa cinta, komunikasi produktif, perkembangan anak sesuai usia, dll.

Berdasarkan tiga poin di atas dapat dilihat bahwa keluarga dan parenting adalah benang merah dalam aktivitas saya.

Sekarang waktunya membagi beberapa ilmu yang sudah saya sebutkan di atas  kedalam kuadran yang sudah disiapkan tim institut ibu profesional.

Lalu, inilah ilmu yang ingin saya pelajari saat ini:

  1. Komunikasi produktif, ilmu ini membantu saya menyampaikan gagasan serta bertanya perasaan kepada anak dan suami dengan cara yang benar.
  2. Manajemen waktu, Manajemen waktu membantu saya membuat prioritas kegiatan mana saja yang harus didahulukan tanpa mengorbankan kebahagiaan pribadi dan kewajiban sebagai istri dan ibu.
  3. Membaca bahasa tubuh, ilmu ini ingin saya pelajari untuk menunjang aktivitas merasakan perasaan orang lain terutama anak-anak dan suami.
  4. Sentuhan ibu, ilmu ini ingin saya pelajari untuk menunjang aktivitas merasakan perasaan orang lain terutama anak-anak dan suami.
  5. Bahasa cinta, ilmu ini ingin saya pelajari untuk menunjang aktivitas berpikir sekaligus merasakan perasaan orang lain terutama anak-anak dan suami.

Selain menunjang aktivitas dalam telur hijau, beberapa ilmu di atas ingin segera saya pelajari karena akhir-akhir ini anak-anak sensitif sekali perasaannya. Sepertinya ada perasaan yang luput saya lihat dan rasakan.

Semoga Allah ridoi. Aamiin…

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *