Jurnal Kegiatan dan Obsevasi Bakat Anak: Bermain ke Taman

22 September 2020

Kalau kemarin Mama membuat jurnal untuk si Sulung. Maka hari ini, Mama bercerita dan membuat jurnal untuk si Nomor 2. Yeeey, akhirnya pecah telur jugaaa. . .

Inilah cerita dan jurnal pertama untuk Adik. Cerita yang sebenarnya sudah sedikit dibahas di cerita kemarin.

Baca: Jurnal Akhtar

Yups, pagi hari di Ahad, 12 September 2020, kami dibagi menjadi 2 tim karena 2 anak punya ide berbeda untuk kegiatan pagi kami. Mama dan Arfa jalan-jalan ke Taman Gondang Manis. Papa dan Akhtar membaca buku di rumah sekaligus mempersiapkan bahan untuk membuat slime.

Karena dekat, Mama dan Arfa memutuskan untuk jalan kaki ke Taman. Momen yang cukup langka menghabiskan waktu berdua saja dengan si bayi yang sudah tak bayi ini. Kami bergandengan tangan menyusuri jalan, menyebrang jalan, dll.

Akhirnya sampai lah kami di Taman Gondang Manis. Karena masih pagi, suasana masih sepi. Terlihat dua petugas yang sedang bersih-bersih dan menyirami tanaman.

Arfa langsung berlari di jalan menurun di taman. Lalu berhenti melihat pohon pisang. Menunjuk pohon pisang mana saja yang ada buahnya dan mulai menghitungnya.

Lalu, berjalan lagi, mengamati bunga-bunga dan tumbuhan yang ditemui. Saat melihat petugas sedang menyiram tanaman, Akhtar bilang,” Mah, itu paknya nginjak rumput! Itu dilarang!” Perkataannya diperkuat dengan menunjukkan list peraturan yang dipasang besar di taman.

Hehehe, Mama mulai kebingungan menjawab pertanyaan ini, saudara-saudara. 😅😅

“Itu karena Bapaknya sedang siramin tanaman Dik. Kalau ga masuk ke dalam, nanti tanaman yg di dalam ga bisa kena air.” Mama mencoba menjawab.

“Tetep aja dilarang!” jawab Arfa lagi.

Bersyukur, dia langsung tertarik dengan hal lain. Dia mendekati dan bermain beberapa mainan yang tersedia di taman. Ada ayunan, jungkat-jungkit, dll. Puas bermain, Arfa menuju salah satu tempat duduk. Dia mulai mengambil dedaunan, batu kecil, dll lalu mulai memasak bahan-bahan yang tadi dia kumpulkan. Setelah jadi, dia sajikan “hidangan” yang dia buat ke Mama. Mama pun berpura-pura memakan makanan itu. Arfa terlihat tersenyum.

Puas bermain koki-kokian, dia mulai berpindah tempat. Melihat-lihat sekitar tempat duduk yang kami duduki.

“Mah lihat, ada ini!” Dia menunjuk besi yang tersender di tembok. Dia ambil besi itu lalu dia berlari ke arah jungkat-jungkit.

“Mah, ini untuk ini.” Dia menunjuk jungkat-jungkit. Lalu menempelkan besi itu ke ujung jungkat-jungkit. Dan yups, itu adalah sandaran jungkat-jungkit yang sepertinya terlepas.

“Sepertinya rusak ya Arfa? Harus diapakan ya?” tanya Mama.

“Dipasang tho?” jawab Arfa.

“Pakai apa?” Mama lanjut bertanya untuk menggali apa yang ada dipikiran Arfa.

“Pakai lem donk!” Jawab Arfa.

“Emang bisa?” Tanya Mama lagi sambil menahan tawa.

“Bisa thooo!” jawab Arfa lagi.

“Ooo, bisa ya pakai lem. Tapi kita ga bawa lem ya dik, jadi belum bisa nyoba bener ga lem bisa buat masang itu.” Mama mengakhiri percakapan tentang basi jungkat-jungkit lalu mengajak Arfa mengembalikan besi itu ke tempat semula.

Lalu, kami masih lanjut mengeksplorasi taman. Beberapa saat kemudian, papa dan Mas Akhtar lewat dan memanggil kami. Mas Akhtar dan Papa mau membeli bahan-bahan untuk membuat slime. Akhirnya kami ikut Papa dan Mas Akhtar membeli bahan.

Nge-date Mama dan Arfa selesai. Sebentar tapi cukup menyenangkan. Dan tak lupa mama mendokumentasikannya ke dalam Jurnal Kegiatan dan observasi bakat anak.

Junal Kegiatan Anak

Jurnal Kegiatan Arfa: Bermain Ke Taman

 

Observasi Bakat Anak

Observasi bakat Arfa: Bermain ke Taman

Keterangan:

Aktivitas yang muncul

  1. Acting : saat Arfa berperan sebagai koki
  2. Ideating : mempunyai ide untuk bermain ke Taman dan punya ide untuk bermain koki
  3. Observing : mengamati besi
  4. Analizing : membuat hipotesa tentang besi. Menghitung pisang.
  5. Investigasi : menguji hipotesa dengan menempelkan besi ke ujung jungkat-jungkit.
  6. Identifiying : mengidentifikasi bahwa besi yang ditemukan adalah senderan untuk jungkat-jungkit.
  7. Informing : memberi tahu bahwa benar besi itu untuk jungkat-jungkit
  8. Communicating: berdiskusi tentang besi, pohon pisang, dll.
  9. Compliancing : mengomentari petugas kebersihan yang menginjak rumput.

Bakat yang muncul

Concistency : mengomentari petugas kebersihan yang menginjak rumput

Restorative : mencoba memperbaiki senderan jungkat-jungkit

Input : mengambil buah yang jatuh untuk dibawa pulang

Ulasan

Arfa anak yang suka melakukan uji coba dan patuh pada aturan

Tujuan Talents Observation bukanlan untuk menyimpulkan bakat anak, namun untuk memastikan bahwa stimulasi bakat telah dilakukan secara optimal agar anak kenal dengan dirinya.

Buku Talents Observation hal.129

Yup, selain untuk dokumentasi, semoga catatan-catatan ini bisa membantu anak kenal pada diri mereka sendiri. Sehingga kelak, mereka bisa berkarya dengan bahagia dan sesuai dengan tujuan penciptaannya.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *