Jatuh Cinta pada Orang yang Sama

14 Juni 2019

Ini cerita sekitar 1 bulan yang lalu. Tepatnya tanggal 18 Mei 2019. Bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahan saya dan suami yang keenam.

Seminggu sebelumnya saya sudah agak curiga dengan gelagat suami. Pernah saya mencoba untuk membuka HP beliau. Tapi tak bisa. Passwordnya diganti. Kami memang pasangan yang tahu password HP masing-masing. Berusaha untuk saling terbuka. HP suami ya HP istri. HP istri ya HP suami.

Karena keterbukaan tersebut, saya tak menaruh curiga. Hanya sekilas berpikir, sepertinya ada sesuatu yang akan beliau kasih untuk hari ulang tahun pernikahan kami. Mengingat tanggal yang semakin dekat dengan perayaan hari jadi kami tersebut. Sayapun tak mempertanyakan kepada beliau, khawatir kecewa jika rencananya gagal karena ketahuan mengganti password.

Satu atau dua hari menjelang hari H, saya sering menebak apa yang beliau rencanakan. Tebakan terkuat saya adalah diajak foto keluarga. Karena beberapa kali saya sampaikan saya ingin sekali foto keluarga. Ditambah lagi beliau ingin saya mempersiapkan baju dengan nuansa warna yang sama untuk makan malam bersama. Kalau hanya untuk makan malam bersama mengapa harus memakai pakaian dengan nuansa yang sama. Begitu pikir saya. Jadilah saya menebak beliau akan mengajak kami foto keluarga.

Hari H pun datang. Hari itu hari Sabtu, 18 Mei 2019. Hari yang sama dengan hari kami mengikat janji 6 tahun yang lalu. Pagipun datang ,tak berbeda dengan hari-hari lain. Karena saat itu bulan Ramadhan, kami tetap sahur dan beraktivitas seperti biasa.

Suasana mulai berbeda setelah kami berbuka puasa. Berbuka hanya dengan camilan karena sudah sepakat untuk makan malam diluar.

Suami sudah menunjukkan gestur berbeda. Beberapa kali sibuk dengan HP dan terlihat sedikit gugup. Raut mukanya pun sedikit tegang.

Akhirnya, kami berangkat ke tempat tujuan.

Daaaaan, apa yang terjadi pemirsa????

Saya disuguhi pemandangan seperti ini

Dekor makan malam ulang tahun pernikahan

Saya kaget, bingung, dan gugup. Tak tahu harus bereaksi seperti apa. Inginnya segera memeluk suami. Tapi apa daya, ada beberapa pengunjung lain disana. Saya dan suami canggung. Nampak seperti pemuda pemudi sedang PDKT.

Beruntung ada anak-anak disana. Merekalah pemecah suasana canggung kami. Merekalah yang berbahagia dengan polosnya merayakan ulang tahun pernikahan kami. Bermain balon, makan, minum, bercerita, dll seolah-olah momen itu adalah untuk mereka.

Saya dan suami hanya ikut alur mereka saja, sesekali saya memandang suami dengan takjub. Ternyata dia bisa seromantis itu. Saya tak pernah menyangka dan tak pernah berani berharap.

Tapi, hari itu, dia seperti orang berbeda. Membuat saya jatuh hati. Yaa, saya jatuh cinta lagi pada orang yang sama seperti 6 tahun yang lalu.

Kantong cinta saya berluberan. Dia berhasil mengisi kantong cinta saya dalam jumlah banyak. Yaa, kejutan adalah salah satu kontribusi terbesar untuk mengisi kantong cinta saya. Tak harus wah atau mahal, dibawakan makanan kesukaan saya selepas bekerja tanpa saya tahu juga sangat membahagiaan saya. Apalagi diberi kejutan seperti itu.

Hari itu, saya jatuh cinta lagi. 🥰🥰🥰

Tak terasa pernikahan kami sudah menginjak usia 6 tahun. Sepertinya baru kemarin kami mengikat janji. Merasakan masa-masa penyesuaian yang cukup menguras tenaga. Namun, memberi banyak pelajaran pada kami. Sehingga kami bisa bertahan dan menjadi lebih dewasa di tahun keenam ini.

Perjalanan kami masih sangat panjang. Dan tentu saja tak akan mudah. Semoga, semoga kami selalu bisa bergandengan tangan dan saling menyayangi dalam suka maupun duka. Hingga kelak dipertemukan kembali di surga Allah. Aamiin.

===================================

Foto-foto saat itu.

Ada nama untuk setiap kursi

Suasana makan malam

Foto berempat

Berfoto dengan orang yang membuat saya jatuh cinta lagi

 

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *