Ibu Rumah Tangga, Perlukah Growth Mindset?

18 Januari 2021

Halooo Hexagonia,,,

Kembali lagi di Jurnal Bunda Produktif di Zona Growth.

Nah, pembahasan menarik kali ini adalah tentang growth dan fix mindset. Apa tuh growth dan fix mindset. Growt Mindset adalah kondisi seseorang dimana dia menyakini bahwa bakat yang ada di dalam dirinya adalah sesuatu yang terus bisa berkembang dan dikembangkan. Olehkarenanya dia tak akan berhenti dan berusaha untuk mengembangkan bakat dan kemampuan dirinya untuk mencapai kesuksesan. Dia tak akan takut menghadapi kegagalan. Bahkan baginya, kegagalan adalah salah satu jalan untuk menuju kesuksesan.

Sedangkan seseorang dengan fix mindset adalah orang yang menganggap bakat yang ada didirinya adalah satu-satunya jalan untuk meraih kesuksesan. Mereka berpikir bahwa tanpa melakukan banyak hal, bakat mereka lah yang akan membawa mereka ke arah kesuksesan.

Di Ibu Profesional, khususnya di Bunda Produktif, kami diajarkan untuk memiliki growth mindset. Kami diajarkan untuk melakukan banyak hal dan mencoba hal baru. Di sini kami sama-sama terus belajar dan terus bermanfaat dan berdampak.

Di Bunda Produktif ini pun kami terus melaksanakan growth mindset. Bagaimana kami melaksanakan growth mindset di Bunda Produktif tertuang pada gambar di bawah ini.

Growth Mindset Pribadi

 

Jurnal Project Passion CH-9 CIA Pangkuan Bunda

 

Ngomong-ngomong tentang Growth Minset, Saya jadi teringat diri sendiri. Lewat Ibu Profesional, saya merasa saya keluar jauh dari zona nyaman saya. Jika dilihat dari dinamika bakat, bisa dibilang saya adalah orang yang tidak mudah beradaptasi, tak suka basa-basi, dan apa yang saya pikirkan tak mudah saya sampaikan kepada orang lain.

Ketidaknyamanan terus mengahantui ketika di awal Bunda Produktif. Saya harus bertemu orang baru yang sebelumnya tidak saling mengenal dan membuat project yang harus dikerjakan bersama dengan kejutan-kejutan tiap minggu yang tentu saja membuat saya harus terus beradaptasi. Tantangan yang cukup menguras tenaga bagi saya. Namun, saya kembali menguatkan diri untuk terus melangkah dengan terus mengingat apa tujuan yang ingin dicapai. Ya, untuk meningkatkan kapasitas diri agar bisa bermanfaat.

Saya menemukan keluarga yang sefrekuensi. Saya menemukan tempat yang sangat tepat untuk belajar, berkembang, dan bermanfaat disini, di Ibu Profesional. Kekurangan tak menghalangi saya untuk terus berkembang. Bahkan bakat-bakat saya terus terasah yang pada akhirnya membuat saya lebih percaya diri.

Kepercayaan diri dan kompetensi-kompetensi yang saya dapat ini ternyata sangat bermanfaat bahkan ketika saya “hanya” di rumah saja dan berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga. Mereka membantu saya ketika harus menghadapi anak maupun menjadi fasilitator anak.

Jadi, apakah Ibu Rumah Tangga perlu mempunyai Growth Mindset?

Jawabannya tentu saja Ya!

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *