Harmoni Passion Project dan Virtual Converence

23 Februari 2021

Haiii Hexagoniaaa. . .

Memasuki Zona O pekan ke-3.

Hampir enam bulan menjalani kehidupan di kota virtual bernama Hexagon City.

Minggu ini tantangan berbeda dihadapi. Passion Project kami, Webinar yang dimajukan akhirnya terlaksana. Mind Magz yang sudah terlambat terbitpun akhirnya terbit 2 hari menjelang webinar. MasyaAlloh, berkat pertolongan Allah dan kerja keras panitia dan tim psikolog acara ini bisa berjalan lancar.

Kuota 30 peserta terpenuhi dan hampir semua peserta hadir dan mengikuti webinar sampai akhir. Antusiasnya pun di luar ekspektasi. Menjalankan peran sebagai floor director kali pertama membuat saya banyak belajar. Hal-hal tak terduga terjadi saat webinar sehingga perlu pengambilan keputusan yang cepat. Bersyukur teman-teman panitia lain saling mengingatkan dan saling membantu satu sama lain. Komunikasi yang lancar juga menjadi kunci rintangan-rintangan tersebut bisa dilalui.

Rasa haru bercampur bahagia dan lega terasa di dada sesaat setelah MC menutup acara. MasyaAlloh. Kerja keras kami selama ini diganjar Allah dengan sangat indah. Harapannya, apa yang kami berikan kepada peserta bisa bermanfaat.

Selesai webinar tugas lain menunggu. Pre Order buku antologi pertama saya, Cermin, tutup di tanggal yang sama dengan acara webinar. Saya hampir lupa untuk promo. Bersyukur diingatkan sehingga 3 hari sebelum PO ditutup, saya masih bisa promo. Dan lagi-lagi diluar ekspektasi, ada 11 pemesan dalam waktu 2 hari promo. MasyaAllah. Allah sungguh sangat baik. Sebelas pemesan ini harus segera saya daftarkan ke penerbit selesainya webinar. Saat menghubungi penerbit, kabar baik lain datang, bahwa masa Pre Order diperpanjang. Lega dan syukur karena masih ada waktu untuk promosi.

Belum selesai disitu, saya perlu mempersiapkan diri untuk menjadi speaker untuk berpartisipasi dalam virtual converence Hexagon City di hari berikutnya. Waah, ingin rasanya latihan. Namun apa daya, mata dan kepala sudah tidak bisa diajak kompromi. Akhirnya memutuskan untuk tidur dan istirahat. Berharap esok harinya bisa lebih segar dan latihan di pagi hari.

Rasa deg-deg-an menghantui, kaki dan tangan terasa dingin sesaat sebelum mulai sharing tentang Home Education Anak Usia Dini Ala Bamboo Tree Family. Sudah menyiapkan kaos kaki untuk dipakai, tetapi belum sempat dipakai, sudah ada teman yang datang. Akhirnya, mulai menyapa teman-teman yang mulai berdatangan. Pukul 12.05 sharing saya mulai berapapun yang datang.

Tiga puluh menit saya bercerita apa, mengapa dan bagaimana keluarga kami menerapkan home education. Tiga puluh menit selanjutnya tanya jawab dengan para peserta yang ternyata sudah bertambah menjadi 11 peserta.

Bagi saya 11 peserta di ruang zoom dengan saya sebagai pembicara adalah jumlah yang banyak. Bahkan saya sudah menyiapkan diri jika hanya saya saja yang ada di ruang tersebut. Siap-siap ngomong sendiri lalu direkam. hihihi.

MasyaAllah, lagi-lagi hal tak terduga diluar ekspektasi menghampiri saya. Sebuah pengalaman yang membuat saya belajar, refleksi diri dan meningkatkan kapasitas diri. Semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi peserta. Aamiin.

Bahagianya lagi, setelah melihat rekaman, bicara saya lancar, tidak menggebu-gebu dan terlihat santai. Cukup berbeda dengan bagaimana saya berbicara di waktu-waktu sebelumnya.

MasyaAllah, terima kasih Allah sudah mempermudah urusan saya. Terima kasih juga untuk suami tercinta yang memberikan ridlo dan dukungan untuk istrinya yang sedang ingin berkembang.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *