Hadiah untuk Sahabat Baru

25 Februari 2020

Tiga hal yang tak mungkin ditolak anak adalah hadiah, kejutan dan dongeng

-Septi Peni Wulandani-

Kata-kata di atas sering saya dengar dari Bunda Septi baik saat sedang life ataupun saya baca dari beberapa tulisan beliau. Dan bahkan, ketiga hal di atas tak hanya disukai anak kecil tapi juga orang dewasa. Termasuk saya.

Minggu ini, tugas bunda cekatan adalah saling berbagi hadiah. Hadiah berupa makanan atau cemilan berupa ilmu yang disukai untuk teman-teman yang minggu lalu diajak berkenalan.

Baca : https://tutikandarini.com/camping-ground-ala-bunda-cekatan/

Dari perkenalan kemarin, dipilihlah 3 orang yang berkesan lalu kami diminta untuk mengirim hadiah.

Bagi saya, semua sahabat meninggalkan kesan. Karena saya memakai ekstra tenaga saat harus berkenalan dengan mereka. Namun, saya akhirnya hanya memilih beberapa karena keterbatasan saya.

Saya membuat infografis sesuai bidang ilmu yang disukai sahabat saya dari berbagai sumber. Berikut hadiah yang saya kirim untuk sahabat baru saya.

1. Infografis tentang kekuatan pikiran

Berisi tentang 7 pilar berpikir positif dari buku Dr. Ibrahim Elfiky yang berjudul Terapi Berpikir Positif.

Hadiah untuk Mbak Phuan Marlina IP Pekanbaru. Mbak Phuan berkesan karena kami adalah satu keluarga di keluarga manajemen emosi dan satu sub kelompok di manajemen konflik. Namun kami tak saling kenal. Baru kenal saat acara camping kemarin. Bagi saya ini lucu sekaligus berkesan.

2. Infografis tentang driving.

Berisi tentang 7 tips busana yang harus dihindari saat menyetir dari www.otodriver.com.

Hadiah untuk Mbak Anita Amalia Kalimantan Selatan.

3. Infografis tentang covert selling.

Berisi tentang pengertian, contoh, dan beberapa hal tentang covert selling. Bersumber dari www.dewaekaprayoga.com.

Hadiah untuk Mbak Srie dari IP Bandung. Mbak Srie adalah salah satu teman yang berkesan karena ternyata rumah beliau 1 daerah dengan tempat kos saya saat kuliah. Saat mengetahui itu, kami merasa langsung dekat.

Selain untuk Mbak Srie, hadiah ini juga saya hantarkan untuk Mbak Lilis dari IP Lampung.

Lega dan bahagia rasanya saat hadiah sudah diantar dan diterima oleh sahabat-sahabat baru dengan baik. Harapannya, semoga memberi manfaat walau sedikit.

Walaupun sebenarnya, Bunda Septi pun berpesan saat mendongeng tentang tugas minggu ini bahwa tugas kita adalah memberi hadiah dengan tulus ikhlas. Jika hadiah kita tak diterima atau dicuekin, itu sudah bukan tugas kita. Itu sudah di luar kendali kita.

Juga jangan baper dan sedih saat tak ada yang memberi hadiah. Karena tugas kita HANYALAH memberi.

Dan sayapun dari awal sudah pasrah dan merasa tidak akan mendapat hadiah.

Namun ternyata, di 2 hari terkahir pengumpulan tugas, saya mendapat 3 hadiah. MasyaAllah. . .

Nikmatnya berkali lipat. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah memberi hadiah. Hadiah yang teman-teman beri sangat bermanfaat. 🤗🤗🤗

===================================

Setelah beberapa minggu belajar untuk mencintai diri sendiri dengan melakukan hal-hal yang disukai, minggu ini kami diminta untuk berbagi kebahagiaan kepada sahabat.

Saat tangki cinta dalam diri sudah penuh, saat itulah kita bisa berbagi kebahagiaan.

Tanpa penuhnya tangki cinta dalam diri, maka lama-lama kita akan kehabisan tenaga saat harus terus menerus memberi cinta.

Begitu kira-kira yang saya tangkap dari life FB Ibu Septi hari Kamis lalu.

Maka ibu, sebelum kau memberi cinta untuk orang lain, penuhi harimu dengan hal-hal yang kau cintai.

_Yuk jangan lupa bahagia_

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *