False Celebration Project Passion

1 Maret 2021

Haiii Hexagoniaaa. . .

Minggu ini sudah masuk zona N. Beberapa minggu lagi, perkuliahan Bunda Produktif akan segera berakhir.

Beberapa Project Passion yang sudah selesai. Termasuk project passion kami, Tim Pangkuan Bunda, CH 9 CIA. Pas dengan agenda perkuliahan yang diluncurkan minggu ini yaitu false celebration. False Celebration ini sekaligus bisa digunakan sebagai evaluasi Project Passion kami yaitu Tantangan 60 hari, MindMagz dan webinar.

Tentu banyak kesalahan yang dilakukan saat melaksanakan semua project passion. Namun, seperti kata Ibu Septi bahwa it’s OK to make mistake as long as learn from my mistake. Yups, kita boleh melakukan kesalahan selama kita belajar dari kesalahan yang kita lakukan. Dimulai dengan mengakui kesalahan, memikirkan belajar apa dari kesalahan yang kita perbuat dan kita harus bagaimana. Dan apresiasi dengan bertepuk tangan karena mau mengakui kesalahan dan mau belajar.

False Celebration

Siang ini, di tim kami, kami berencana untuk melakukan false celebration bersama di WAG. Pengalaman yang sungguh mendebarkan.

Selain bercerita tentang false celebration, kami juga evaluasi terhadap terlaksananya project passion kami. Tentang apa saja yang perlu dilakukan di awal agar project passion berjalan lancar, apa yang sudah bagus dan perlu dilanjutkan dan apa yang perlu di stop karena menghambat pelaksanaan project.

Gambar di atas adalah hasil diskusi kami tentang 3 poin di atas. Semoga bisa menjadi evaluasi sehingga bisa lebih baik dikegiatan selanjutnya.

Namun, bagaimanapun, Alhamdulillah, atas ijin Allah dan kerja keras semua tim semua project kami sudah berhasil dilalui dengan baik.

Terima kasih untuk semua tim pangkuan bunda yang sudah bekerja kerasa saling membantu serta saling pengertian. Terima kasih pula untuk tim psikolog yang sudah berkenan menjalin kerjasama bersama kami. Terima kasih pula untuk semua pembaca MindMagz dan peserta webinar yang sudah berpartisipasi. Terima kasih untuk Ibu Septi sebagai Founding Mother, tim formula dan tim City Leader.

Dan tentu saja teruntuk diriku sendiri yang bisa bertahan hingga saat ini. Berusaha untuk tegak berdiri lagi disaat harus terjatuh dan terluka demi berlatih dan belajar. Memantaskan diri sebagai ibu untuk anak-anak yang terlahir kuat dan hebat.

You did a good job. Congratulation!

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *