Celengan sebagai Angpaw Lebaran

13 Juni 2019

Seminggu yang lalu, 5 Juni 2019, umat muslim merayakan Idul Fitri. Hari dimana umat muslim merayakan kemenangan setelah berhasil menahan hawa nafsu sebulan penuh.

Di Indonesia, hari raya ini dirayakan dengan cukup meriah. Hari berkumpulnya keluarga. Perantau pulang ke kampung halaman, makanan khas disajikan, camilanpun tersedia di rumah-rumah untuk para tamu yang datang. Bersilaturahmi dan saling memaafkan satu sama lain. Sungguh hari raya yang selalu ditunggu-tunggu.

Hal lain yang tak kalah ditunggu adalah angpaw. Terlebih bagi anak-anak. Hari lebaran identik dengan angpaw berupa amplop berisi uang. Diberi oleh orang dewasa yang sudah bekerja untuk adik, keponakan, sepupu, dll yang masih kecil.

Duluuuu, saat masih kecil, sayapun kerap mendapat angpaw seperti itu. Terasa menyenangkan saat mendapatkannya. Entah banyak atau sedikit. Apalagi jika angpaw tersebut bisa digunakan untuk membeli barang yang dibutuhkan. Saya ingat betul, saya pernah membeli meja belajar idaman dengan uang angpaw.

Sekarang, saat saya menjadi orang dewasa, saya pun ingin berbagi kebahagiaan yang pernah saya rasakan itu untuk keponakan, sepupu, dll. Harapannya, mereka senang dengan datangnya hari raya.

Jika tahun-tahun sebelumnya uang angpaw kami masukkan ke amplop, tahun ini sedikit berbeda. Kami menggunakan celengan sebagai wadah uang.

Jadi,

  1. Kami membeli celengan sejumlah anak yang akan kami beri.
  2. Kemudian memasukkan nominal uang ke dalam celengan tersebut.
  3. Membungkus celengan tersebut dengan plastik.

Celengan untuk THR

Apa alasan menggunakan celengan sebagai angpaw?

Beberapa kali saya membaca dan menemui orang tua yang keberatan dengan adanya bagi-bagi uang di hari raya.

Ada yang tak setuju karena bisa jadi anak-anak berharap angpaw setiap tahun. Ada juga yang kurang setuju dengan cara pemberian. Misalnya saat memberi, si pemberi bilang, ” ini untuk jajan ya.”

Padahal orang tua sudah susah payah untuk mengajari anak-anaknya untuk tidak jajan. Bahkan si anak bisa punya alasan karena si pemberi memberikan uang tersebut untuk jajan.

Dari beberapa pengalaman tersebut, sayapun berpikir, bagaimana cara agar tetap bisa berbagi kebahagiaan tetapi dengan cara dan nilai yang berbeda.

Beberapa alternatifpun saya ajukan ke suami. Seperti memberi buku atau kartu ucapan buatan sendiri. Namun, belum juga ada titik temu dengan adanya beberapa kendala.

Sampai suatu hari saya membaca tips Rhamadan di grup FB (Parenting with Rumah Keluarga Risman). Tulisan Sara Risman tentang pemberian angpaw. Bahwa baiknya tak memberi angpaw berupa uang. Boleh memberi hadian tapi baiknya bukan uang. Bisa barang-barang lain yang bermanfaat.

Nah, jika tetap ingin memberi uang, saran dari Sara Risman adalah dengan memasukkan uang ke dalam celengan. Dengan begitu anak-anak tetap senang mendapat hadiah dan uang (tetapi tak tahu jumlahnya berapa). Serta memberi pesan “yuk menabung!”

Tahun depan apa lagi yaaa.

Semoga, semoga Allah selalu cukupkan rezki yang halal dan barokah sehingga dapat berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara di tahun depan.

Aamiin.

5 Komentar

  • Sukma 13 Juni 2019pada07:49

    Jadi uangnya buat ditabung ya. Inspiratif sekali idenya. Melatih anak-anak untuk menyimpan penghasilan mereka selama lebaran. 💙💙💙

    • tutikandarini 14 Juni 2019pada04:55

      Terima kasih mbak 🤗. Iya mbak, uangnya dimasukkan ke dalam celengan. Harapannya agar anak-anak senang menabung 😊

  • Nurhilmiyah 13 Juni 2019pada13:24

    Wah, ide kreatif ini, Mbak…kl sy lebaran kemaren ngasihnya uang angpau dililitkan ke permen sejenis lolipop gitu. Jd meriah anak” rebutan pingin kebagian hehe

    • tutikandarini 14 Juni 2019pada04:53

      Terima kasih mbak. Wah, ide kreatif jg itu mbak. Seru pasti ya mbak 😍🥰

  • Nurhilmiyah 13 Juni 2019pada13:26

    Wah.. kreatif ya Mbak. Saya pake permen kemaren pas lebaran, hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *