Cara Membatasi TV dan Gawai untuk Anak
Lain-lain / 11 Juli 2019

Setiap kondisi yang dipilih tentu ada konsekuensi yang harus dihadapi. Pun ketika orang tua memutuskan untuk screen diet, ada konsekuensi yang harus dihadapi. Apa itu? Orang tua harus membuat kegiatan yang menarik dan menyenangkan bagi anak. Melebihi ketertarikan dan kesenangan anak dengan televisi maupun gawai. Kesabaran sudah pasti jadi bahan bakar utama. Namun, kreativitas, waktu, tenaga, dan dana juga tak kalah penting. Saat memposting kegiatan bersama anak terlebih saat membuat kerajinan, percobaan atau DIY, ada teman yang bertanya, ” Masih sempet bebikinan ya sama anak? Gimana caranya? “ Saya sebenarnya juga tak tahu jawabannya. Kegiatan yang saya buat untuk anak-anak sebenarnya hanyalah untuk mengalihkan mereka dari tv dan gawai. Hanya sesekali saya selipkan pengetahuan dasar. Saya juga ibu biasa. Manusia biasa. Bahkan beberapa waktu lalu, saya pernah sedang merasa benar-benar malas bermain bersama anak. Akhirnya ada waktu dimana saya membiarkan anak-anak tanpa aturan nonton tv dan gawai. Perasaan saya? Tentu campur aduk. Ada pergolakan batin antara kebutuhan saya untuk “istirahat” dan dampak yang harus diterima anak-anak ketika terlalu banyak screentime. Saat saya melihat mata anak kedua saya ada yang aneh ketika melihat tv. Saat itu juga saya memutuskan untuk menghentikan kegalauan saya. Dan kembali menguatkan diri untuk kembali membatasi penggunaan…

Baby Blues dan Depresi Postpartum
Lain-lain / 29 Maret 2019

Akhir-akhir ini, banyak berita berseliweran tentang seorang bayi 5 bulan yang di kubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri. Hal miris dan menyedihkan. Terasa menyayat hati membaca kondisi bayi yang belum juga membaik sampai saat ini. Mata tak terasa sudah berkaca-kaca. Langsung teringat pada 2 anak yang saat ini sedang tidur. Namun, kali ini saya tak ingin terlalu banyak membahas tentang anak tersebut. Saya lebih tertarik dengan kondisi si ibu. Ibu yang ternyata sudah mengalami depresi sejak usia kandungan 7 bulan. Begitu informasi yang diperoleh dari pihak keluarga. Yang saat ini sedang diselidiki lebih lanjut oleh polisi tentang kebenarannya. Terlepas benar atau tidaknya depresi si ibu, saya hanya ingin berempati pada si ibu. Bagaimanapun baby blues dan postpartum depression (PPD) itu nyata dan ada di sekitar kita. Bahkan mungkin dirasakan oleh orang-orang disekitar kita. Nah, agar lebih aware tentang baby blues dan PPD ini, mari kita uraikan satu persatu. Baby blues Baby Blues biasanya ditandai dengan perubahan emosi yang cukup signifikan pada ibu. Perubahan emosi tersebut terlihat dari naik turunnya emosi, rasa sedih, mudah lupa, mudah tersinggung dan stres ketika bayi lahir. Ibu yang mengalami Baby Blues juga sering menangis dan sering merasa cemas karena takut tidak bisa merawat bayinya dengan baik. Baby Blues dipercaya lebih…

Gigi Geraham Bungsu Bermasalah?
Curhat , Lain-lain / 17 Februari 2019

Gigi geraham bungsu itu apa sih? Gigi geraham bungsu adalah gigi geraham ketiga yang biasanya tumbuh diakhir umur belasan atau diawal umur 20an. Pada manusia, gigi geraham pertama biasanya tumbuh diumur 6 tahunan, geraham kedua tumbuh diumur 12 tahunan sedangkan geraham ketiga atau gigi geraham bungsu ini sebenarnya tumbuh di usia sekitar 10 tahun tetapi karena keterbatasan tempat, biasanya baru keluar diusia 20an. Nah, kenapa sih saya bahas gigi geraham bungsu? Jadi ceritanya dua hari lalu gigi geraham bungsu saya diambil alias dioperasi. Karena posisinya yang tertanam di gusi. Si gigi tak mau keluar sampai sekarang usia saya 29 tahun. Pikir saya selama ini si gigi mau tumbuh setiap kali geraham saya bengkak. Ternyata bukan bengkak karena mau tumbuh tetapi bengkak karena infeksi terkena sisa-sisa makanan yang nyempil disela-sela gigi. Nah, beberapa minggu yang lalu setelah bengkak, gusi saya berdarah dan tak berhenti. Siapa yang tak takut mulutnya tiba-tiba penuh darah? Makan dan minum pun rasanya tak enak. Pergilah saya ke dokter gigi. Dan ya, dokter langsung mendiagnosis gigi bungsu saya tertanam dan tak bisa keluar. Dibuktikan dengan foto rongent yang membenarkan kata dokter. Bahkan tak hanya 1 tetapi keempat gigi bungsu saya tumbuh dengan tak semestinya. Jalan satu-satunya yang…

Tips Menata Suasana Hati Kembali Baik ala Saya
Lain-lain / 4 Oktober 2018

Ada yang pernah mengalami? Ketika kita dalam suasana hati yang buruk, anak-anak terasa lebih menjengkelkan, mudah rewel, dan sulit untuk ditenangkan? Atau sebaliknya. Ketika kita dalam suasana hati yang baik, anak-anak pun lebih manis dan terasa lebih mudah ditenangkan ketika rewel? Saya pernah. Bahkan sering. Seperti pagi ini di hari ke-4 kami menerapkan maksinal 30 menit main gawai/nonton tv. Ketika pagi saya mulai dengan suasana hati yang buruk, anak-anak bangun dengan berbagai macam rengekan dan rewel. Kemudian sulit menghentikan rewel mereka. Kepala yang berat terasa semakin berat. Lalu, saya mencoba menenangkan diri. Mengumpulkan kembali semangat menemani anak. Mulai membangun suasana hati yang baik. Bagaimana caranya? 1. Saya minum teh hangat. Bagi saya, belum minum teh hangat di pagi hari akan berakibat kepala berat yang kemudian membuat suasana hati tak enak. Jadi memang sudah menjadi kebiasaan bagi saya minum teh hangat di pagi hari. 2. Sarapan. Selain memang dianjurkan oleh berbagai ahli untuk dilaksanakan agar hidup sehat, sarapan membuat saya bisa lebih bertenaga dan membangun suasana hati yang baik. Jika merasa moody, saya akan ingat-ingat sudahkah saya sarapan. 3. Ingat-ingat waktu ribet dan rewel anak-anak tak akan lama. Nikmati! Sugesti ini sering saya pakai ketika semangat turun dalam menemani anak-anak menjalani…

Kegiatan Pagi Seorang Ibu?
Lain-lain / 16 Agustus 2018

Apa yang identik dengan kegiatan pagi seorang ibu? Jika pertanyaan itu dilontarkan pastilah banyak yang menjawab memasak, mencuci piring, mencuci baju, menyapu, mengepel, urus anak, urus suami, dll. Segala macam kegiatan domestik yang banyak dan seperti tak ada habisnya harus dijalankan oleh ibu. Iya, dulu saya seperti itu, seperti kebanyakan ibu lain. Menjalani pagi yang sibuk dengan berbagai macam kegiatan dan mengajak anak ikut dalam kesibukan jika sudah terbangun. Itu saya lakukan ketika masih berdua dengan suami sampai hamil anak kedua. Semenjak ada 2 anak bawah 5 tahun di rumah, kebijakan di rumah diubah. Banyak kegiatan domestik yang akhirnya kami delegasikan. Dulu, ketika masih di Bekasi, meminta bantuan ART adalah pilihan. Saat ini, setelah pindah rumah, pembagian tugas dengan suami adalah jalan yang kami pilih. Cuci piring adalah tugas suami sebelum berangkat kerja. Membersihkan rumah serta menyiapkan makanan anak-anak adalah tugas saya. Loundry adalah pilihan kami untuk pakaian-pakaian kami (kecuali pakaian dalam). Daan, selama 2 jagoan kami pasca sunat, tugas pagi suami bertambah yaitu membelikan makanan jadi untuk saya dan anak-anak. Cerita tentang sunat bisa dilihat disini ya https://tutikandarini.com/antara-fimosis-klem-dan-khitan-anak-15-tahun/. Mengapa saya meminta suami untuk membantu? Karena banyak kejadian tak terduga yang akan saya hadapi dengan kedua jagoan saya yang alhamdulillah sehat…

Pagiku Kala Itu
Lain-lain / 15 Agustus 2018

Jika bicara tentang pagi, pikiran melayang tentang beberapa tahun silam. Ketika menjadi ibu baru sekaligus pekerja ranah publik. Jarak Jakarta-Bekasi yang cukup padat mengharuskan saya bangun jauh sebelum subuh. Menyiapkan sarapan, bekal makan siang untuk saya dan suami, dan pumping ASI untuk si sulung. Selepas subuh ketika matahari belum juga terlihat, jalan sehat menjadi pilihan untuk mencari angkot (waktu itu belum ada ojek online seperti sekarang). Naik angkot kemudian naik commuter line Jakarta-Bekasi yang memang hanya sekitar 20 menit. Walaupun tak lama, harus siap jiwa raga menghadapi persaingan antarpenumpang. Tak ada celah sedikitpun. Jika tak punya kemampuan bertahan, bisa terseret arus dan harus keluar di stasiun yang bukan dituju. Pernah terjadi pada saya, tetapi alhamdulillah, bisa masuk kembali sebelum kereta jalan kembali. Perjalanan belum selesai, karena masih harus naik angkot kembali untuk sampai di kantor. Persaingan tak kalah seru dengan persaingan masuk commuter line. Siapa cepat dan gesit, dia yang dapat duluan. Tak jarang, make up sudah hilang dan baju basah penuh keringat ketika tiba di kantor. Dua atau tiga jam perjalanan sebelun sampai ketempat kerja dan waktu yang sama ketika pulang. Yang artinya 4 atau 6 jam saya habiskan di jalan. Jika suami sedang libur dan bisa mengantar, perjalanan…

Aku Berani Ke Dokter
Curhat , Keluarga , Lain-lain / 13 Agustus 2018

Tiga hari ini, Akhtar gatal-gatal sampai tak nyenyak tidur. Hampir seluruh badannya muncul bintik kecil-kecil, sebagian sudah luka karena digaruk. Akhirnya, pagi ini, saya dan suami putuskan untuk memeriksakannya ke dokter. Sekalian imunisasi Arfa, yang harusnya sudah 2 bulan lalu imunisasi DPT ulangan. Pagi-pagi suami pergi ke klinik dokter Hakam (di dekat menara Kudus) sendirian untuk mendapat nomor antrian. Karena biasanya pak dokter ini antrinya banyak dan lama. Nomor 11 dan 12 antrian yang kami dapat. “Kira-kira pukul 9 kami akan dipanggil”. Begitu pikir saya. Karena dulu kami dapat antrian nomor 9 dan diperiksa sekitar jam setengah 9. Jam 8 kami berangkat, dan ternyata, sampai disana nomor kami sudah terlewat. Yang artinya, kami harus menunggu 5 pasien lagi untuk kembali dipanggil. Tak apa, mungkin biar anak-anak ada persiapan dulu sebelum diperiksa. 😊😊   Dan akhirnya, nama Akhtar dan Arfa pun dipanggil. Saya minta Akhtar dulu yang diperiksa. “Apa yang dikeluhkan bu?” Tanya dokter “Ini dok, badannya bintik-bintik dan gatel semua”. Sambil menunjuk badan Akhtar. “Sini yuk diperiksa”. Kata dokter sambil mengambil senter. Akhtarpun kami baringkan di tempat tidur. Diperiksalah Akhtar oleh dokter. Dokter bilang, kemungkinan gatel karena alergi karena tak ada demam yang mendahului. Kemudian diberi resep obat antigatal dan…

Horee Ramadhan Segera Datang
D I Y , Keluarga , Lain-lain / 11 Mei 2018

Ramadhan sudah semakin dekat. Tamu Agung yang ditunggu-tunggu segera datang. Selayaknya akan kedatangan tamu Agung, kami sekeluarga ingin menyambutnya dengan sebaik mungkin dan dengan senang gembira. Beberapa kegiatan menyambut Ramahan kami persiapkan, antara lain: 1. Membacakan dan Menceritakan Tentang Ramadhan Membacakan buku tentang ramadhan dan apa saja yang akan kami lakukan ketika Ramadhan kepada Akhtar adalah salah satu kegiatan yang kami lakukan sebelum Ramadhan. Berikut buku tentang Ramadhan yang kami bacakan untuk Akhtar, Ulasan tentang buku ini saya tulis lain waktu ya. 😊   2. Membuat Kalender Ramadhan Kegiatan lain yang kami persiapkan adalah membuat kalender Ramadhan. Pembuatan kalender ini sudah saya lakukan sejak 1 minggu yang lalu bersama anak-anak. Dimulai dari pembeliaan bahan-bahan seperti:   Kertas asturo; Penggaris; Lem; Selotip; Spidol.     Kedua anak saya terlibat dalam pembelian. Proses yang menurut saya paling menantang adalah ketika memulai pembuatan. Darimana saya harus memulai. Berapa ukuran kotak dan jarak antar kotak. Dan tentu, tantangan utama datang dari kedua jagoan yang semangat “membantu”. Ibu-ibu yang punya balita dan toddler pasti tahu lah ya, “membantu” disini artinya apaaa. 😂😂😂. Memberikan kegiatan lain ketika saya mengukur dan menghitung adalah salah satu cara saya mengalihkan perhatian mereka dari acara sakral saya ini. Tapiii, tetap…

Merantau
Keluarga , Lain-lain / 9 Mei 2018

Merantau itu apa sih?   Menurut KBBI: ran·tau n 1 pantai sepanjang teluk (sungai); pesisir (lawan darat): berlayar sepanjang –; 2 daerah (negeri) di luar daerah (negeri) sendiri atau daerah (negeri) di luar kampung halaman; negeri asing;teluknya dalam, — nya sakti, pb tidak mudah dikalahkan; me·ran·tau v 1 berlayar (mencari penghidupan) di sepanjang rantau (dari satu sungai ke sungai lain dan sebagainya); 2 pergi ke pantai (pesisir); pergi ke negeri lain (untuk mencari penghidupan, ilmu, dan sebagainya);~ di sudut dapur, ~ ke ujung bendul, pb pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh; pe·ran·tau n 1 orang yang mencari penghidupan, ilmu, dan sebagainya di negeri lain; 2 orang asing; pengembara; pe·ran·tau·an n 1 negeri lain tempat mencari penghidupan dan sebagainya; 2 daerah yang didiami oleh orang yang berasal dari daerah lain; se·ran·tau n satu rantau; kawan senasib (seperguruan dan sebagainya);segan bergalah hanyut ~ , pb jika tidak mau berusaha, (kita) akan mendapat bencana   Intinya merantau itu adalah mencari penghidupan atau ilmu di negeri atau di daerah lain ya mak. Jauh dari keluarga dan jauh dari kenyamanan. Saya merantau dari umur 18 tahun. Sampai sekarang artinya sudah 11 tahun saya merantau (jadi tahu lah ya, sekarang umur saya berapa, udah tuaa 😆). Dulu, saya tidak pernah menyangka akan merantau. Pun harus sekolah ke luar kota, yang saya bayangkan adalah kota di sekitaran kota kelahiran yang hanya…