Jurnal Kegiatan Anak: Berbagi saat Pandemi
Aktivitas , Keluarga / 3 Juni 2020

Covid-19, virus yang saat ini sedang menyebar ke seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Yang sudah dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO. Covid-19 adalah salah satu bahasan menarik saat ini karena telah banyak merubah tatanan kehidupan. Termasuk ekonomi. Banyak pekerja yang biasanya bekerja di kantor, harus bekerja di rumah. Bahkan tak sedikit yang di rumahkan karena pengurangan produksi. Atau pelaku bisnis kecil yang dibayang-bayang gulung tikar karena adanya anjuran untuk di rumah saja dan pembatasan sosial berskala besar. Kondisi ini lah yang kemudian membuat kami membuat projek keluarga yang bertemakan sosial: Berbagi saat Pandemi. Tujuannya adalah agar anak-anak belajar berempati dengan merasakan langsung menyiapkan dan membagikan bingkisan kepada yang membutuhkan. Kami sempat berpikir untuk mencari tahu tetangga yang terdampak melalui RT atau RW. Atau membeli dagangan petani atau pebisnis yang terdampak covid-19. “Pah, ayok lah pah tanya ke pak RT siapa aja yang membutuhkan.” Kata saya pada suami. “Mama ajalah, kan papa ga kenal. Sungkan juga.” Jawab suami. Dan begitulah, maju mundur karena kami sama-sama perlu tenaga luar biasa untuk bertanya, mendata, dll dari orang yang belum kami kenal. Maklum, winning others over kami di tes Tallent Mapping hitam. Artinya kami ini tak bisa sok kenal sok dekat walaupun untuk tujuan yang…

Jurnal Kegiatan Anak : Mendekorasi Rumah untuk Menyambut Ramadhan
Keluarga / 23 April 2020

Selamat pagiii. . . . Pagi ini pingin cerita tentang diary anak dan jurnal kegiatan anak. Dua hal yang memang sudah lama ingin saya lakukan sekaligus sebagai tugas di bunda cekatan, Institut Ibu Profesional. Mengapa diary anak dan jurnal kegiatan anak? Hal ini merujuk dari buku Fitrah Based Education karangan Ust. Harry Santosa. Yaitu pendekatan penilaian paling sesuai untuk anak usia 0-6 tahun adalah dengan pengamatan dan pendokumantasian pengalaman bermain secara spontan. Menurut saya, diary anak adalah salah satu moda untuk melakukan pengamatan dan pendokumentasian ini. Dalam buku ini juga dibahas tentang buku orang tua. Buku orang tua adalah rancangan kurikulum personal masing-masing anak. Karena di sini diterangkan bahwa pendidikan tak lagi bisa diseragamkan. Nah, untuk membuat buku orang tua ini, diperlukan tools yang disebut design thinking (kemampuan berpikir yang berbeda). Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui dan berempati dengan anak-anak atau peserta didik, melihat dari sudut pandang kita yaitu memvisikan atau menghadirkan semua kemungkinan yang baik di masa depan, memilih solusi atau perancangan yang terbaik dan paling realistis, mengeksekusi solusi menjadi aksi.. Untuk memulai buku orang tua ini, kita diminta untuk memulai dengan jurnal kegiatan (usia 0-6 tahun). Jurnal kegiatan ini nantinya akan membantu kita dalam mengetahui dan…

Proyek Keluarga Novada: Ramadhanku Bahagiaku
Aktivitas , Keluarga , Orientasi Komunitas / 12 April 2020

Orientasi Kampung Komunitas Ibu Profesional memberi tantangan mahasiswinya untuk membuat proyek kegiatan. Boleh proyek dan kegiatan apa saja. Boleh proyek keluarga, proyek komunitas, atau proyek sosial. Apa saja. Saya beberapa kali memikirkan apa yang harus saya buat. Karena saya ingin membuat proyek yang saya buat bisa dijalankan. Tidak hanya dalam selembar kertas. Sempat terpikir untuk membuat proyek sosial. Apalagi dimasa pandemi seperti ini. Jiwa saya bergejolak untuk melakukan sesuatu. Menginisiasi sesuatu. Namun, dengan berbagai macam pertimbangan dan keadaan pada akhirnya saya baru bisa membantu dari dalam rumah. Belum bisa bergerak keluar. Dan Akhirnya, Proyek Keluarga lah yang saya pilih. Kegiatan yang memang lekat dengan keseharian dan kemungkinan besar terlaksana. “Ramadhanku Bahagiaku” adalah judul kegiatan kami. Ramadhan, yang akan datang dalam hitungan hari, menjadi momen saya dan suami untuk merumuskan kegiatan apa yang akan kami lakukan untuk mengenalkan apa itu Ramadhan dan puasa kepada anak-anak. Khususnya anak usia 0-7 tahun. Dimana puasa belum menjadi kewajiban bagi mereka. Namun sebagai orang tua kami merasa berkewajiban untuk mengenalkan Ramadhan dan puasa kepada mereka dengan cara menyenangkan Dan inilah rumusan proyek keluarga kami dalam menyambut Ramadhan. ================================================================================ Proyek Keluarga Novada Judul: Ramadhanku Bahagiaku Tema: Ramadhan Ceria Keluarga Novada Landasan Teori: Anak-anak Keluarga Novada masih…

Perpustakaan dan Bukunya yang Mewarnai Literasi
Aktivitas , Keluarga , Ulasan Buku / 4 Oktober 2019

Beberapa minggu yang lalu saya menulis tentang anak-anak dan perpustakaan Baca: Anak-anak dan perpustakaan. Masih seputaran perpustakaan, kali ini saya ingin menulis pengalaman kami membaca dan meminjam buku di perpustakaan daerah Kudus. Kami memang menjadikan berkunjung ke perpustakaan sebagai agenda mingguan anak-anak. Setiap hari Rabu, kami akan mengembalikan buku lalu meminjam yang baru. Saat peminjaman inilah kami sering menemukan momen wow tentang buku-buku perpustakaan. Bayangan saya, buku-buku di perpustakaan hanya berisi tentang buku cerita klasik atau cerita-cerita zaman dahulu. Karena memang selama ini, saya kurang dekat dengan perpustakaan. Saat masih sekolah, datang ke perpustakaan hanya saat ada tugas saja. Namun nyatanya, saya dan anak-anak sering menemukan buku anak-anak yang berisi dan menarik untuk anak-anak. Ada buku pop up, cerita-cerita modern, board book, dll. Contohnya buku yang kami pinjam 2 minggu lalu. Ada 5 buku yang kami pinjam yaitu Apa Itu Magnet, Teman Baru Toffi, Samudera, I Can Draw People, dan Misi: Selamatkan Bumi. Dari kelima buku tersebut, ada 2 yang membuat saya tertarik dan sangat disukai anak-anak yaitu I Can Draw People, dan Misi:Selamatkan Bumi. 1. I Can Draw People Buku ini pilihan saya. Sejak pertama melihatnya, saya langsung memutuskan untuk meminjamnya. Saya pikir, buku ini akan sangat membantu saya menemani anak-anak menggambar. Mengingat…

Anak-Anak dan Perpustakaan
Aktivitas , Keluarga / 18 September 2019

23 Juli 2019 Pertama kali Akhtar dan Arfa ke Perpustakaan Daerah Kudus adalah saat mereka mengikuti kegiatan Yuk Main Kudus. Kebetulan saat itu Yuk Main mengadakan kegiatan berupa pengenalan literasi pada anak-anak. Hari ini, kali kedua Akhtar dan Arfa ke Perpusda. Saya mengajak mereka kesana dengan tujuan mengenalkan mereka pada perpustakaan. Bahwa ada tempat yang menyediakan banyak buku untuk dibaca dan dipinjam. Mereka cukup antusias. Entah antusias karena akan diajak keluar atau antusias karena buku. Apapun alasannya, saya cukup senang dan berusaha menjaga antusiasme mereka. Sampai disana, Arfa tertarik pada air mancur di halaman depan. Dengan susah payah, saya membujuknya agar masuk. Sampai di dalam, kami mengisi daftar tamu membuat kartu keanggotaan, kemudian menitipkan tas. Tibalah waktu kami masuk ke ruang buku anak-anak. Sebuah ruangan dimana terdapat banyak buku tentang anak-anak tertata rapi di rak-rak yang ditempatkan di sisi-sisi dinding. Ada juga mainan berupa balok, serta televisi dan perangkatnya. Apa yang terjadi pada anak-anak? Mereka masih sangat antusias. Mereka langsung menuju lemari berisi mainan balok dari kayu. Mereka mengeluarkan mainan-mainan tersebut dari lemari kemudian memainkannya. “Akhtar seneng?” Tanya saya pada Akhtar. “Iya, seneng.” Jawab Akhtar dengan berbinar. “Arfa seneng?” Tanya saya pada Arfa. “Seneng.” Jawabnya riang. Kebetulan saat itu, ruangan…

Jatuh Cinta pada Orang yang Sama
Curhat , Keluarga / 14 Juni 2019

Ini cerita sekitar 1 bulan yang lalu. Tepatnya tanggal 18 Mei 2019. Bertepatan dengan hari ulang tahun pernikahan saya dan suami yang keenam. Seminggu sebelumnya saya sudah agak curiga dengan gelagat suami. Pernah saya mencoba untuk membuka HP beliau. Tapi tak bisa. Passwordnya diganti. Kami memang pasangan yang tahu password HP masing-masing. Berusaha untuk saling terbuka. HP suami ya HP istri. HP istri ya HP suami. Karena keterbukaan tersebut, saya tak menaruh curiga. Hanya sekilas berpikir, sepertinya ada sesuatu yang akan beliau kasih untuk hari ulang tahun pernikahan kami. Mengingat tanggal yang semakin dekat dengan perayaan hari jadi kami tersebut. Sayapun tak mempertanyakan kepada beliau, khawatir kecewa jika rencananya gagal karena ketahuan mengganti password. Satu atau dua hari menjelang hari H, saya sering menebak apa yang beliau rencanakan. Tebakan terkuat saya adalah diajak foto keluarga. Karena beberapa kali saya sampaikan saya ingin sekali foto keluarga. Ditambah lagi beliau ingin saya mempersiapkan baju dengan nuansa warna yang sama untuk makan malam bersama. Kalau hanya untuk makan malam bersama mengapa harus memakai pakaian dengan nuansa yang sama. Begitu pikir saya. Jadilah saya menebak beliau akan mengajak kami foto keluarga. Hari H pun datang. Hari itu hari Sabtu, 18 Mei 2019. Hari yang…

Celengan sebagai Angpaw Lebaran
Curhat , Keluarga / 13 Juni 2019

Seminggu yang lalu, 5 Juni 2019, umat muslim merayakan Idul Fitri. Hari dimana umat muslim merayakan kemenangan setelah berhasil menahan hawa nafsu sebulan penuh. Di Indonesia, hari raya ini dirayakan dengan cukup meriah. Hari berkumpulnya keluarga. Perantau pulang ke kampung halaman, makanan khas disajikan, camilanpun tersedia di rumah-rumah untuk para tamu yang datang. Bersilaturahmi dan saling memaafkan satu sama lain. Sungguh hari raya yang selalu ditunggu-tunggu. Hal lain yang tak kalah ditunggu adalah angpaw. Terlebih bagi anak-anak. Hari lebaran identik dengan angpaw berupa amplop berisi uang. Diberi oleh orang dewasa yang sudah bekerja untuk adik, keponakan, sepupu, dll yang masih kecil. Duluuuu, saat masih kecil, sayapun kerap mendapat angpaw seperti itu. Terasa menyenangkan saat mendapatkannya. Entah banyak atau sedikit. Apalagi jika angpaw tersebut bisa digunakan untuk membeli barang yang dibutuhkan. Saya ingat betul, saya pernah membeli meja belajar idaman dengan uang angpaw. Sekarang, saat saya menjadi orang dewasa, saya pun ingin berbagi kebahagiaan yang pernah saya rasakan itu untuk keponakan, sepupu, dll. Harapannya, mereka senang dengan datangnya hari raya. Jika tahun-tahun sebelumnya uang angpaw kami masukkan ke amplop, tahun ini sedikit berbeda. Kami menggunakan celengan sebagai wadah uang. Jadi, Kami membeli celengan sejumlah anak yang akan kami beri. Kemudian memasukkan…

Berlebaran dan Bersilaturahmi Bersama Anak Usia Dini yang Aktif
Curhat , Keluarga / 12 Juni 2019

Gema takbir berkumandang. Menandakan Ramadhan telah pergi. Idul Fitri terlah datang. Lantunan takbir yang bersahutan membuat hati bergetar. Sedih tak kentara karena bulan dimana diobralnya pahala oleh Allah telah pergi. Sekaligus haru biru menyambut idul fitri. Menyambut kemenangan setelah berhasil menahan hawa nafsu. Begitulah suasana 1 minggu yang lalu, 1 Syawal 1440 H yang bertepatan dengan hari Rabu, 5 Juni 2019. Sholat Idul Fitri dilaksanakan. Kemudian sungkem pada orang tua. Tak lupa silaturahim dan silaturahmi ke saudara dan kerabat sebagaimana lebaran-lebaran sebelumnya. Begitupula yang keluarga kami lakukan. Berkunjung ke rumah-rumah saudara dan kerabat yang lebih sepuh sudah menjadi tradisi. Bedanya, 6 tahun terakhir, kami merayakan dengan status suami istri dengan bayi dan/atau balita yang aktif dan menggemaskan. Tentu, lebaran menjadi berbeda. Selain rumah saudara dan kerabat yang dikunjungi lebih banyak, waktu pun terbatas karena kami harus segera kembali keperantauan. Banyaknya rumah yang harus dikunjungi dan waktu yang terbatas membuat jadwal kami padat. Juga membutuhkan gerak cepat agar semua selesai. Namun, saat ada anak kecil dalam sistem tersebut, tentu tak semudah yang dibayangkan. Ada kalanya anak rewel karena kecapean. Atau badan tak enak karena terlalu banyak makan makanan manis dan asin khas lebaran. Atau kebosanan saat perjalanan. Perlu obrolan dan negosiasi…

Manfaat Bermain Ular Tangga Untuk Anak
Aktivitas , Keluarga / 15 Mei 2019

Siapa yang tak kenal ular tangga. Permainan yang sudah ada sejak dulu dan masih eksis sampai sekarang. Permainan dimana pemenangnya adalah pemain yang sampai di angka 100 terlebih dahulu. Untuk mencapai angka tersebut, telebih dahulu tiap pemain melempar dadu. Berapa langkah pemain harus maju, ditentukan dari dadu tersebut. Namun, terdapat tangga dan ular yang menghadang. Jika mengenai tangga maka pemain akan naik. Artinya lebih cepat mencapai tujuan. Saat pemain menghadapi ular maka pemain akan turun. Artinya lebih jauh dari tujuan. Permainan yang seru sekaligus menantang. Permainan inilah yanh akhir-akhir ini dimainkan oleh sulung saya, Akhtar. Setiap mata terbuka, yang dia minta adalah main ular tangga. Bagi saya, tentu terasa bosan jika tiap saat  menemaninya bermain ular tangga. Tetapi, ternyata ular tangga banyak manfaatnya lho. Manfaat ini bisa saya jadikan bahan untuk menghalau kebosanan saya. Jadi apa saja manfaat bermain ular tangga bagi anak? Membangun kelekatan/bonding antara anak dan orang tua. saat bermain bersama, tentu anak merasa senang karena orang tua nya mau bermain permainan yang dia ingin mainkan. Perasaan ini tentu membuatnya merasa bahagia. Dengan begitu kelekatan akan terjalin Anak belajar angka. Dalam permainan ular tangga, terdapat angka 1 sampai 100. Dengan bermain ular tangga, anak akan lebih familiqr dengan angka-angka tersebut….