Menyelamatkan Hewan, Mobil, dan Superhero dari Es
Aktivitas , D I Y / 27 Februari 2019

Duh, nulis apa ya hari ini. Kemarin malam sempat kehabisan ide untuk menulis. Nah, pagi tadi, ada 2 ide yang berseliweran. Ide A dan ide B. Sepertinya ide A terlebih dahulu yang akan saya tulis. Jangan tanya ide B nya apa ya. Karena khawatir besok tak jadi ditulis. Hehe. Nah, ide A adalah menulis kegiatan anak-anak hari ini. Anak-anak lagi? Semoga tidak bosan ya. Karena sumber inspirasi utama saya memang anak-anak. ๐Ÿค— Apa kegiatan anak-anak hari ini? ” Menyelamatkan Hewan yang terjebak dalam es” begitulah proyek kecil ini saya beri nama. Permainan yang sebenarnya sudah tak asing untuk Akhtar. Namun baru untuk Arfa. Ya, Akhtar pernah memainkannya 2 kali. Di awal usia 2 tahun dan di akhir usia 2 tahun. Tiba-tiba terlintas saja ide itu tadi malam. Sepertinya seru main es yang dingin di tengah cuaca panas yang beberapa hari ini setia menemani hari-hari di Kudus. Bagaimana cara membuatnya? Saya siapkan bahannya tadi malam. Harapannya ketika siang, anak-anak mulai bosan, saya beri mainan itu. 1. Menyiapkan bahan yaitu wadah, mainan hewan dari plastik, air 2. Menuang air ke dalam wadah 3. Taruh mainan di dalam wadah 4. Dinginkan di freezer agar beku Pagi menjelang siang ketika anak-anak sudah mulai bosan,…

Sayuran Berkaki Empat
D I Y , Keluarga / 5 Juli 2018

Ya kan ya kan. Baru juga bangun tidur yang dicari buku. Saya lagi masak, gendong adek pula, si mas Akhtar ribuuut minta dibikinin hewan-hewan dari sayur kayak yang di buku. Duuuh, sempet emosi dong saya. (Maafin mama ya Akhtar). “Oke, setelah semua mandi, baru bikin ya.” Begitu kesepakatan saya dan Akhtar. Setelah semua mandi, dan kebetulan adek bobo, Akhtar langsung minta dibikinin. Bahkan ditawari HP dia tak mau. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚   Beginilah tikus dan singa hasil kreasi kami. Beda jauh ya dari yang di contoh. Karena terong tak kami dapatkan tadi pagi saat membeli sayur. Jadilah ubi jalar jadi pilihan kami untuk membuat tikus karena bentuk aslinya pun sudah mitip dengan tikus. Hihiihi. Mata tikus pakai jarum pentul, kaki pakai stik es krim yang dibelah jadi dua kemudian diruncingin. Stik es krim yang sudah runcing ditusuk ke badan ubi. Jadilah kaki-kaki. Sama dengan telinga tikus, pakai stik es krim yang diruncingin namun lebih pendek. Untuk ekor, kami pakai kawat nemu di meja. Taraa, jadilah tikus lucu. ๐Ÿ˜ Nah, kalau singanya (mirip ga sih sama singa, mamak gak yakin. Hihihi). Pakai ubi juga. Bagian depan yang moncong dipotong dikit kemudian disisipi bunga kol. Mata sama pakai jarum pentul. Namun, singa ga terlalu…

Percobaan Membuat Gunung Api
D I Y , Keluarga / 4 Juli 2018

Buku di atas adalah salah satu buku Widya Wiyata Pertama (WWP) semacam ensiklopedi yang isinya kumplit banget. Daaan Akhtar suka banget. Nah, di buku yang judulnya “Cobalah Sendiri” ini, seeegala macam percobaan mau dibikin sama Akhtar. “Mah, aku mau bikin ini, yang ini juga. Ini juga ya maah.” Kata Akhtar Saya? “Iyaa.”   Kemarin kami sudah bikin wayang. Alhamdulillah jadi walaupun seadanya dengan segala keterbatasan saya tentang menggambar. Saya paling tidak bisa gambar kreatif semacam ini. Nah, kalau gambar yang ada ukuran misal perspektif atau gambar teknik, lumayan yaaa. Hihihi. (Ngeles aja ini mamak ๐Ÿ˜‚).   Nah, ini penampakan wayang ala-ala saya. Walapun tak sempurna dan tak rupawan, Akhtar suka lhooo. Terbukti ya mak, anak tidak menuntut kesempurnaan kita, tapi ketersediaan kita. Belajar lagi dari anak. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜   Hari ini, giliran kami membuat gunung berapi. Bagaimana caranya? Berikut cara yang saya pakai sesuai instruksi yang ada di buku di atas. Membuat Lempung (PLAY DOUGH) Bahan: 180 g terigu; 110 g garam; 60 ml minyak goreng; 125 ml air; Sendok; Mangkuk. Cara membuat: Campurkan terigu dan garam sampai rata dalam mangkuk; Tambahkan air dan minyak goreng sedikit demi sedikit sambil diaduk; Uleni campuran itu selama tiga-empat menit sampai menjadi lempung. Kalau…

Pizza Homemade by Me
D I Y , Keluarga / 7 Juni 2018

Kemarin sore pas cari bukaan untuk puasa, anak lanang Akhtar beli pizza kecil di sebelah Ramayana Kudus. Sampai rumah, dirasakanlah pizza itu. Daaan, pedeees katanya. Anak ini memang agak sensitif sama pedes. Pokoknya pedes dikit aja udah ga mau. Akhirnya, pizzanya saya makan habis. Tadi pagi, tiba-tiba Akhtar nanya, “Mah, pizza Akhtar mana?” “Udah habis mama makan.” Sayapun menjawab “Kok dimakan. Kan Akhtar mau.” Sambil mewek “Katanya kemarin ga mau. Kata Akhtar pedes.” Kata saya. Diem sambil mikir. “Kita bikin aja yuk yang ga pedes.” Ajak saya “Mau maah.” Akhtar pun antusias Daaan, saya pun mencari resep di google cara membuat pizza teflon kemudian mencocokkan bahan-bahan yang ada di rumah. Tinggal dua bahan yang kurang yaitu mentega dan fermipan. Tak disangka setelah 3 toko dekat rumah (termasuk *ndomart) kami datangi, tak ada yang menjual fermipan. Habis katanya. Saya pun hampir menyerah. Namun, kok rasa-rasanya tertantang. Udah terlanjur capek, kenapa ga sekalian. Apalagi belum ada menu makan siang untuk anak-anak. Di toko terakhir yang kami datangi tadi memberi petunjuk toko kumplit mbah siapa gitu tadi. Akhirnya, kami pun ke sana. Anak-anak naik sepeda roda tiga, Akhtar di depan, Arfa di belakang, saya mendorong mereka. Lumayan jauh ternyata, tapi alhamdulillah kami dapat…

Ramadhan Ceria
D I Y , Keluarga / 22 Mei 2018

Alhamdulillah 5 hari sudah kita menjalankan puasa Ramadhan. Lima hari sudah Allah membuka lebar-lebar pintu surga dan mengobral pahala. Jika beberapa hari sebelum Ramadhan di Kudus puanasnya poool, awal puasa ini teduh dan tak terlalu panas. Masyaa Allah. Baiknya Allah kepada kita yaaa. ๐Ÿ˜Š   Berbicara tentang puasa, tahun ini sulung kami Akhtar mulai belajar puasa. Awalnya si 4 tahun ini tertarik ikut puasa karena buku yang dia baca. Di buku “Ramadhan Pertamaku” ada part dimana sang tokoh mendapat hadiah setelah melaksanakan puasa. Setelah membaca bagian itu, dia minta ikut puasa Ramadhan agar mendapat hadiah. Sebenarnya, saya pribadi kurang sreg dengan pemberian hadiah untuk belajar ibadah. Namun tak apa, Allah pun juga menjanjikan sebuah hadiah (pahala) jika kita bisa melaksanakan puasa Ramadhan. Semoga awal belajar puasa yang menyenangkan (read: mendapat hadiah) bisa membuat dia merasakan indah dan menyenangkannya Ramadhan. Semoga kelak, ketika dia sudah mulai paham, saya bisa meluruskan niat puasanya untuk beribadah kepada Allah.     Nah, karena tak ingin fokus pada puasa saja, akhirnya saya membuat beberapa aktivitas untuk dijalankan selama 30 hari oleh Akhtar. Agar lebih mudah dipahami oleh Akhtar, aktivitas-aktivitas tersebut dibuat dalam bentuk gambar kemudian ditempel di stik es krim untuk kemudian ditaruh di amplop…

Horee Ramadhan Segera Datang
D I Y , Keluarga , Lain-lain / 11 Mei 2018

Ramadhan sudah semakin dekat. Tamu Agung yang ditunggu-tunggu segera datang. Selayaknya akan kedatangan tamu Agung, kami sekeluarga ingin menyambutnya dengan sebaik mungkin dan dengan senang gembira. Beberapa kegiatan menyambut Ramahan kami persiapkan, antara lain: 1. Membacakan dan Menceritakan Tentang Ramadhan Membacakan buku tentang ramadhan dan apa saja yang akan kami lakukan ketika Ramadhan kepada Akhtar adalah salah satu kegiatan yang kami lakukan sebelum Ramadhan. Berikut buku tentang Ramadhan yang kami bacakan untuk Akhtar, Ulasan tentang buku ini saya tulis lain waktu ya. ๐Ÿ˜Š   2. Membuat Kalender Ramadhan Kegiatan lain yang kami persiapkan adalah membuat kalender Ramadhan. Pembuatan kalender ini sudah saya lakukan sejak 1 minggu yang lalu bersama anak-anak. Dimulai dari pembeliaan bahan-bahan seperti:   Kertas asturo; Penggaris; Lem; Selotip; Spidol.     Kedua anak saya terlibat dalam pembelian. Proses yang menurut saya paling menantang adalah ketika memulai pembuatan. Darimana saya harus memulai. Berapa ukuran kotak dan jarak antar kotak. Dan tentu, tantangan utama datang dari kedua jagoan yang semangat โ€œmembantuโ€. Ibu-ibu yang punya balita dan toddler pasti tahu lah ya, โ€œmembantuโ€ disini artinya apaaa. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Memberikan kegiatan lain ketika saya mengukur dan menghitung adalah salah satu cara saya mengalihkan perhatian mereka dari acara sakral saya ini. Tapiii, tetap…

Our First Homemade Slime
D I Y / 3 Mei 2018

Wajah sumringah mau bikin slime. Beberapa kali cari tutorial di youtube dan akhirnya baru hari libur kemarin terlaksana. Awalnya saya membeli beberapa pewarna ketika belanja di pasar hanya untuk persediaan, jika sewaktu-waktu mau bebikinan bersama Akhtar dan Arfa. Tapii, tak sabar, Akhtar akhirnya minta membuat slime ketika tahu saya membeli pewarna. Dan akhirnya Akhtar dan papanya mencari bahan lain. Saya? Saya masak di dapur dan adek bobo.ย Hihihi. Bahan awal yang dipakai adalah Lem pova; Tetes mata insto; Sabun cair; Pewarna makanan.   Saya tidak tahu bagaimana proses awal ย Akhtar dan papanya membuat. Sampai akhirnya terdengar nada bingung dan kecewa dari si papa dan Akhtar mengapa slimenya tidak mau memadat (seperti cair). Saya: “Tak apa belum jadi, kan baru pertama. Kita jadikan pewarna saja yuk”, ajak saya.       Dan, taraaa, tidak ada yang sia-sia kan? Tetap bisa digunakan untuk cetak-cetak di kertas. Setidaknya mengurangi rasa kecewa Akhtar yang ingin sekali membuat slime.         Percobaan Kedua Dan ternyataa, nampaknya papa Akhtar belum puas. Beliau masih penasaran sebenarnya apa yang salah, padahal sudah melakukan semua yang ada di tutorial. Akhirnya, si papa mencari merk lem lain. (Maklum, bapak ini termasuk tipe perfeksionis kalau soal keindahan dan kerapian kalau…