Gangguan Kecemasan, Musibah atau Berkah
Curhat , Kesehatan Mental / 10 Oktober 2022

Rasa sakit Rasa frustasi Rasa tak nyaman Rasa bersalah Rasa lelah Rasa cemas Dan rasa-rasa lain, aku rasakan berkecamuk waktu itu. Waktu aku sedang bergulat dengan gangguan kecemasan (anxiety disorder). Tak elak kadang aku berpikir, kapan akan berakhir rasa tak nyaman ini? Sampai kapan aku harus menghadapi naik turunnya kondisi yang tak pasti ini? Ya, aku adalah penderita gangguan kecemasan. Sekitar 1,5 tahun lalu aku didiagnosis gangguan ini. Beberapa cerita sudah aku tulis disini Perjalanan Mengenal dan Menghadapi Anxiety Disorder, Tiduran Tak Selalu Berarti Malas Jika ku teropong masa-masa itu, aku mungkin menganggapnya sebuah musibah. Tubuh yang lemah, pikiran yang kacau, dan perasaan negatif yang intens. Tak ada yang enak atau membahagiakan untuk dikenang. Namun, jika saat ini aku diminta untuk berbicara tentang gangguan kecemasanku, aku akan bilang bahwa dia adalah berkah. Aku tak akan mengenal diriku lebih dalam tanpa melaluinya. Aku juga bertumbuh dan berani keluar dari zona nyaman karenanya. Ya, kualitas hidupku meningkat. Aku belajar lebih tentang mental health, aku belajar lebih tentang diri, aku berani belajar mengendarai mobil dan motor, aku berani mengeluarkan pendapatku. Tanpa banyak berpikir akibat. Aku belajar tentang lingkar kendali. Bahwa ketakutan-ketakutan yang selama ini aku rasakan adalah diluar kendali ku. Perkataan, pemikiran dan…

Manfaat Membacakan Buku Anak: Anak Tahu Apa yang Harus Dilakukan Saat Tersesat
Curhat , Parenting / 18 Juli 2022

Buku, adalah sesuatu yang menjadi prioritas ketika aku punya anak. Bukan, bukan karena aku sangat suka membaca buku. Aku suka membaca tetapi bukan hobi yang rutin aku jalani. Aku menjadikan buku sebagai prioritas karena aku ingin anak-anak dekat dengan buku dan suka membaca buku. Karena menurutku, dengan disediakan buku di rumah dan dibacakan buku, anak-anak akan mencintai buku sehingga menganggap buku sesuatu yang menyenangkan. Berbeda ketika anak-anak baru mengenal buku saat sudah sekolah. Dimana “biasanya” (tidak selalu) buku-buku dari sekolah adalah buku-buku pelajaran dan buku-buku yang berisi soal-soal. Sehingga kebanyakan, akan mempersepsikan buku itu sesuatu yang tidak menyenangkan bahkan menakutkan. Pemikiran itulah yang mengawali mengapa aku dulu sudah membelikan buku anak untuk anak pertamaku di usia 6 bulan. Namun, makin kesini, aku makin tahu manfaat dari membacakan buku. Tidak hanya membuat anak suka dengan buku tetapi anak juga jadi punya banyak kosakata dengar sehingga kosakata ucapnya juga akan semakin banyak dan bervariatif. Buku juga membantu orang tua menanamkan nilai-nilai dan pembelajaran kepada anak. Seperti kisahku dibawah ini. Sebuah kejadian nyata yang manfaat membacakan buku, bisa aku rasakan langsung. Beberapa waktu lalu, beberapa minggu setelah liburan idul fitri, aku, suami, dan anak-anak pergi ke swalayan di kota kami. Anak keduaku berusia…

Mental yang Terluka Tak Mudah Dilihat Dengan Mata Telanjang
Curhat , Kesehatan Mental / 23 Maret 2022

Hatiku nyeri membaca berita yang sedang hangat. Tentang seorang ibu yang menyakiti 3 anaknya dengan alasan untuk melindugi anaknya agar tidak tersakiti. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang dialami ibu itu. Bukan kapasitasku untuk mendiagnosis apa yang terjadi. Cerita itu hanya mengingatkanku pada diriku beberapa waktu yang lalu. Dimana aku pun berada diposisi yang mirip. Aku menghindari anak-anakku. Aku membiarkan anak-anakku. Aku acuh pada anak-anakku. Karena aku takut. Takut mereka hanya akan menjadi pelampiasan emosi negatifku jika aku berada di dekat mereka. Aku memilih untuk diam menyendiri di kamar sebagai coping. Apakah aku tidak menyayangi anakku? Tentu saja aku sangat menyayangi mereka. Lalu, kenapa aku melakukan itu? Karena saat itu, menurutku, menghindari anak-anak adalah hal yang bisa menyelamatkan anak-anakku dari teriakanku dan dari perilakuku yang buruk. Kejadian itu terjadi saat anxiety disorder-ku masih cukup parah. Juga saat aku relapse (kambuh) dan hampir memasuki fase depresi. Ya, bagi orang yang mentalnya sehat, mungkin dia akan bilang bahwa pemikiranku tidak logis, sebagai ibu seharusnya aku tidak begitu, seharusnya aku bersyukur karena dikaruniai 2 anak, kasian anaknya dicuekin, dan komentar-komentar yang lain. Namun, itulah kenyataannya. Gangguan mentalku membuat pikiranku berbelok. Pikiranku tidak pada lintasan yang sebenarnya. Maka muncul pikiran negatif…

Segarnya Me Time dengan Sheet Mask setelah Bersepeda dengan Anak
Aktivitas , Curhat / 9 Maret 2022

Akhir-akhir ini, bersepeda masuk ke jadwal harian aku dan anak-anak. Untuk menyalurkan energi anak-anak sebelum belajar dan memenuhi kebutuhan anak-anak untuk bermain di luar. Aku sendiri menjadikan sepedaan sebagai self care untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga. Aku dan anak-anak biasanya bersepeda sekitar jam 9 pagi. Matahari Kudus mulai terik di jam ini. Bersepeda bersama anak mempunyai banyak manfaat. Selain untuk menyalurkan energi anak-anak, sebagai bentuk olahraga dalam rangka menjaga kesehatan jiwa dan raga, juga untuk memperkuat bonding aku dan anak-anak. Dengan bersepeda, aku juga jadi tahu teman-teman anakku dan bagaimana anak-anak bermain. Namun, ada 1 hal yang menjadi tantangan saat harus bersepeda keluar rumah. Ya, kulitku jadi kusam karena seringnya terkena sinar matahari. Apalagi semenjak punya anak, merawat wajah memang bukan hal yang utama. Seringnya aku hanya menggunakan pembersih muka dan pelembab. Sekarang, ketika anak mulai besar, aku mulai ingin merawat wajahku. Aku mulai tertarik dengan serum dan sheet mask. Kali ini aku mau share pengalaman dan sedikit review tentang Pond’s Triple Glow Serum dan Pond’s Triple Glow Serum Mask. Siapa tahu, ibu-ibu lain yang juga mengalami hal yang sama, wajah kusam dan ingin kulit cerah maksimal, tidak merasa sendiri dan dapat informasi tentang perawatan wajah. POND’S Triple Glow…

Anxiety Menghadapi Anak Tantrum
Curhat , Kesehatan Mental , Parenting / 31 Januari 2022

Sudah kuduga hal ini akan terjadi. Aku sudah sering menghadapi kondisi ini. Anak pertamaku, bangun tidur siang panik karena merasa terlambat ke masjid. Padahal adzan baru saja berkumandang. Ya, dia merasa saat adzan sudah berkumandang dan dia belum berangkat ke masjid, dia sudah terlambat. Akibatnya, dia mulai panik dan mulai menangis. Kami tidak pernah menuntutnya untuk datang ke masjid tepat waktu. Seingatku, suami hanya minta dia sholat di masjid minimal 1 kali sehari sebagai latihan karena saat itu usianya memasuki usia 7 tahun. Namun, anakku melebihi apa yang diminta papanya. Dia bahkan ke masjid 4-5 kali sehari dan selalu berangkat sebelum adzan. Tanpa ada yang memintanya. Dia bilang dia hanya ingin pahala yang banyak. Masalah muncul saat dia harus tidur siang tetapi bangun diwaktu yang mepet dengan waktu adzan ashar. Saat dia bisa tidur siang cepat, tidak akan jadi masalah karena dia bisa bangun jam 2. Akan menjadi masalah ketika mendekati jam 2 dia baru bisa terlelap. Tentu bangun tidak bisa jam 2. Biasanya akan bangun saat Adzan atau Iqomah. Karena sudah terbiasa menghadapi hal tersebut, sebelum tidur aku sering bikin kesepakatan sama si sulung. Gimana jika dia tidurnya cepet, gimana kalau tidurnya lama, gimana kalau dibangun sebelum adzan, gimana…

Anak Homeschooling Tertinggal Dibanding Anak yang Sekolah Formal, Benarkah?
Curhat , Parenting / 27 Januari 2022

Apakah kamu tidak khawatir anakmu tertinggal dari anak-anak lain jika homeschooling? Beberapa kenalan dan keluarga ada yang bertanya ketika kami menjelaskan bahwa kami memilih jalur homeschooling untuk pendidikan anak-anak. Hmmm, perasaan khawatir itu tentu terkadang muncul. Namun, kembali aku pikirkan tujuan dan filosofi homeschooling ataupun home education yang aku pegang. Bahwa setiap anak unik dan spesial dengan pertumbuhan dan perkembangan masing-masing. Serta anak-anak adalah pembelajar sejati dengan milestone masing-masing yang bisa jadi berbeda satu sama lain. Orang tua atapun pendidik ibarat seorang petani yang merawat tanaman yang dititipkan kepadanya. Kita tidak tahu tanaman apa yang dititipkan. Bisa jadi tanaman sawi lah yang dititipkan. Tanaman yang beberapa minggu saja sudah bisa dipanen. Atau bambu adalah tanaman yang sedang kita rawat? Walaupun tanaman ini kita siram ataupun pupuk, bambu tidak akan bertambah tinggi secara significant di 5 tahun pertama. Mengapa? karena dia sedang menggunakan tenaganya untuk menumbuhkan dan menguatkan akar-akarnya. Setelah itu, bambu akan bertumbuh tidak hanya dalam hitungan cm tetapi meter. Kedua pohon tersebut punya karakteristik dan manfaat yang berbeda. Tentu saja perkembangan dan cara bertumbuhnya akan berbeda. Pun anak-anak. Aku percaya bahwa setiap anak spesial dengan tujuan penciptaan yang berbeda-beda dan tentu saja cara mereka bertumbuh juga akan berbeda satu…

Ketika Anak 7 Tahun Bertanya tentang Pernikahan
Curhat , Parenting / 25 Januari 2022

“Mah, gimana sih caranya bilang ke cewek kalau kita mau menikah sama cewek itu?” Jeder, sebuah pertanyaan tiba-tiba yang datang dari si sulung yang baru berusia 7 tahun. “Kenapa kok Akhtar tanya itu? Memang Akhtar mau menikah?” Tanyaku. “Nggak papa, tanya aja. Aku mau menikah nanti kalau usia 10 tahun.” Jawabnya. Jeder, pernyataan yang bikin jedag-jedug lagi. Dulu dia pernah bilang ingin menikah di usia 22 tahun. Sekarang dia bilang mau menikah usia 10 tahun. Anak kecil kok mau menikah. Lisan ini rasanya pingin segera menceramahi. Namun aku gigit bibir dan mencoba menjawab setenang mungkin. Agar dia tak takut dan tak trauma bertanya apapun ke aku, ibunya. Aku ingin jadi tempat dia bertanya apapun. “Akhtar boleh menikah kalau sudah dewasa, sudah banyak belajar dan sudah berpenghasilan.” Kataku. “Kalau Akhtar mau menikah, yang pertama Akhtar perlu belajar tentang agama, agama kita, agama Islam. Akhtar juga perlu belajar tentang bagaimana menjadi suami dan bagaimana menjadi ayah.” Lanjutku “Setelah Akhtar sudah belajar, Akhtar berdoa sama Allah, minta wanita yang sholehah, yang cocok untuk Akhtar. Kalau sudah dipertemukan sama wanita yang cocok untuk Akhtar, Akhtar langsung bilang ke ayahnya kalau Akhtar ingin menikahi anaknya.” “Emang dulu papa juga bilang ke kakung?”. Tanya Akhtar “Iya…

Ketika Anakku Memukul Temannya
Curhat , Parenting / 18 Januari 2022

Aku menghadapi hari yang tak mudah hari ini. Aku sedang bersinggungan dengan trigger yang cukup membuat aku cemas. Hari-hari ini juga hari-hari mendekati periode menstruasiku dimana masa-masa ini biasanya aku lebih sensitif. Ditambah, anakku memukul temannya yang bermain di rumah. Kondisi yang tak nyaman ditambah perilaku anak yang tak baik membuatku rasa-rasanya ingin segera memarahinya seperti biasanya. Kesalahan anak seperti itu biasanya jadi makanan empuk untukku melampiaskan segala emosi yang ada. Namun, hari ini berbeda. Aku cukup tenang menghadapi anak. Aku memanggil anakku untuk datang padaku. Bertanya padanya apa yang terjadi. Bertanya juga pada adiknya apa yang terjadi. Aku tak bisa bertanya pada teman anakku karena dia langsung menagis dan pulang setelah dipukul. Anakku mulai bercerita apa yang terjadi. Dia bilang temannya merusak kartu yang sudah dia tata dan saat dia minta kembalikan ke susunan semula, temannya tidak bisa. Akhirnya anakku memukul temannya karena marah. Lalu terjadilah dialog antara aku dan anakku. Kira-kira seperti ini ringkasan dialogku bersama anakku. M: Baik, Mama tahu kamu marah karena kartumu dirusak. Tapi memukul bukan cara yang benar untuk marah. Mama marah karena kamu memukul. Kamu tahu kesalahanmu? A: Aku tidak tahu. M: Baiklah, kamu boleh pikirkan dulu kesalahanmu, kalau sudah, kamu bisa kembali…

Siapkah Orang Tua Ketika Anak Mandiri?
Curhat , Parenting / 14 Januari 2022

Setiap orang tua ingin anaknya mandiri. Berbagai cara dilakukan untuk melatih anak mandiri. Namun apakah orang tua siap menerima ketika anak-anak mandiri? Apakah orang tua ridho ketika anak-anak mempunyai pemikiran dan keputusan yang berbeda dari pemikiran dan keputusannya? Apa yang akan dilakukan orang tua ketika anak-anak ingin berjualan di usia 7 tahun? Apa yang orang tua akan lakukan ketika anak memilih jurusan kuliah yang berbeda dari keinginan orang tua? Bagaimana jika anak ternyata ingin tinggal sendiri dan berpisah tempat tinggal dari orang tua? Dan hal-hal lain yang mungkin saja terjadi pada hubungan anak dan orang tua. Apalagi ketika mereka menginjak usia dewasa. Dunia dan lingkungan anak akan sangat berbeda dari dunia dan lingkungan kita saat ini. Dunia dan lingkungan yang bisa jadi menuntutnya berpikir dan bertindak berbeda dengan cara kita berpikir dan bertindak. Apakah kita akan ridho dan rela ketika anak mandiri dalam berpikir dan bertindak? Pemikiran ini sudah lama aku pikirkan apalagi ketika bertemu dengan bahasan sesuai di Obrolan Dapur Ibu ep. 58: Ridho Terhadap Kebahagiaan Anak, Mudahkah? Aku manggut-manggut saat mendengarnya. Sudah lama aku ingin menuliskan pemikiran ini, tetapi tak kunjung terealisasi. Sampai akhirnya kemarin, waktu sesi dengan psikolog aku ditanya apakah aku sudah mulai bisa semeleh (menerima…

Anakku Sedih Karenaku
Curhat / 4 Januari 2022

Orang Tua selalu ingin melakukan yang terbaik untuk anak. Benar. Namun, apakah benar orang tua tidak pernah melakukan kesalahan? Tentu saja tidak! Orang tua juga bisa berbuat salah ke anak. Orang tua juga bisa membuat anak marah, sedih dan kecewa. Karena orang tua tetap saja manusia biasa. Hal yang wajar dan manusiawi ketika kita berbuat salah. Bahkan mungkin setiap hari kita berbuat salah ke anak. Namun, hebatnya anak, anak tetap memilih kita sebagai orang tuanya dan mudah sekali memaafkan kita. Ketika anak kecewa ke orang tua Dua hari lalu, tiba-tiba, si Sulung menyendiri sambil membawa kertas dan pensil. Aku tahu dia sedang kecewa dan sedih. Aku sudah mencoba mengajaknya bicara, tetapi sepertinya dia masih ingin sendiri. Aku menebak dia sedih karena papa nya baru saja memintanya untuk makan malam dan fokus. Padahal dia sudah gosok gigi. Dia malas gosok gigi lagi. Belum makan malam kok ya sudah gosok gigi ya, pikirku. hihihi Beberapa waktu kemudian, dia keluar dari tempat menyendirinya. Dia mendekatiku dan meletakkan bukunya di dekatku. Aku memeluknya sambil membaca tulisannya. Aku mencerna kata-kata anakku karena ada beberapa kata yang salah. Dia bilang; Hari ini aku tidak beruntung karna papa dan mama bikin aku sedih Aku kira hanya papanya…