Hadiah untuk Sahabat Baru
Bunda Cekatan / 25 Februari 2020

Tiga hal yang tak mungkin ditolak anak adalah hadiah, kejutan dan dongeng -Septi Peni Wulandani- Kata-kata di atas sering saya dengar dari Bunda Septi baik saat sedang life ataupun saya baca dari beberapa tulisan beliau. Dan bahkan, ketiga hal di atas tak hanya disukai anak kecil tapi juga orang dewasa. Termasuk saya. Minggu ini, tugas bunda cekatan adalah saling berbagi hadiah. Hadiah berupa makanan atau cemilan berupa ilmu yang disukai untuk teman-teman yang minggu lalu diajak berkenalan. Baca : https://tutikandarini.com/camping-ground-ala-bunda-cekatan/ Dari perkenalan kemarin, dipilihlah 3 orang yang berkesan lalu kami diminta untuk mengirim hadiah. Bagi saya, semua sahabat meninggalkan kesan. Karena saya memakai ekstra tenaga saat harus berkenalan dengan mereka. Namun, saya akhirnya hanya memilih beberapa karena keterbatasan saya. Saya membuat infografis sesuai bidang ilmu yang disukai sahabat saya dari berbagai sumber. Berikut hadiah yang saya kirim untuk sahabat baru saya. 1. Infografis tentang kekuatan pikiran Berisi tentang 7 pilar berpikir positif dari buku Dr. Ibrahim Elfiky yang berjudul Terapi Berpikir Positif. Hadiah untuk Mbak Phuan Marlina IP Pekanbaru. Mbak Phuan berkesan karena kami adalah satu keluarga di keluarga manajemen emosi dan satu sub kelompok di manajemen konflik. Namun kami tak saling kenal. Baru kenal saat acara camping kemarin. Bagi saya ini…

Camping Ground ala Bunda Cekatan
Bunda Cekatan / 18 Februari 2020

Selamat hari Selasa. . . Waktunya untuk kembali mengerjakan tugas Bunda Cekatan Ibu Profesional. . . Kyaaaa, tugas yang lagi-lagi mengejutkan. Di awal, tugas -tugas bunda cekatan itu serasa “gueee bangeeet” karena saya bisa menggunakan kekuatan saya menurut Talent Mapping. . Setelah masuk kelas ulat, kebanyakan tugas perlu menggunakan bakat non dominan yang saya punya. Bukan “guee banget”. Seperti tugas minggu ini. Yaitu membuat camping ground dengan mengundang teman-teman ulat lain untuk saling berkenalan dan bercerita tentang pengalaman mereka saat belajar bersama di keluarga mereka masing-masing. Serta menanyakan keluarga manakah yang merupakan favorit mereka disertai alasan. Nah kaaan, bagi saya dengan WOO rendah, tugas ini jelas tantangan yang butuh ekstra tenaga. WOO itu apa sih?? WOO adalah Winning Others Over alias Penyapa. Yaitu Orang yang senang bertemu dan bertutur sapa dengan orang baru atau yang belum dikenal dan menjadi akrab dengan mereka. Memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap orang asing. Tidak pernah malu untuk memulai percakapan atau khawatir kehabisan topik pembicaraan. Kalau WOO nya rendah bagaimana? Berkebalikan dengan yang di atas. Yaitu saya sangat tidak nyaman dengan orang asing dan berkemungkinan kehabisan topik pembicaraan saat berbincang. Orang-orang yang pernah bertemu saya pasti tahu bagaimana diam, krik-krik dan canggungnya saya saat…

Campur Aduk bersama Innerchild, Self Healing, dan Homeschooling
Bunda Cekatan / 11 Februari 2020

Alhamdulillah. . . Kembali lagi di tugas bunda cekatan minggu ini. . .   Minggu yang cukup menguras pikiran untuk saya, karena banyak rencana berubah haluan di minggu ini. Bagi saya dengan hasil TM yang adaptability nya rendah, tentu perubahan mendadak ini membuat saya stressfull. Tapi tak apa, saya hanya perlu mengaktifkan atau menggunakan bakat lain sebagai gantinya. . . Kembali ke tugas bunda cekatan. . . Minggu ini kami diminta untuk memakan ilmu yang dibutuhkan. Boleh tetap tinggal di keluarga awal atau pindah ke keluarga lain jika dirasa sudah kenyang di keluarga awal. Saya masih bertahan di keluarga awal saya yaitu keluarga inside out. Banyak ilmu yang saya dapat di keluarga ini. Antara lain ilmu tentang innerchild dan self healing dengan cara sadar nafas lewat kulgram (kuliah telegram). 1. Inner child Hari, Tanggal: Kamis, 6 Februari 2020 Waktu: 19.00 – 21.00 WIB Tema Materi: Healing Innerchild untuk Pengasuhan yang Lebih Baik  Pemateri: Shinta Rini, M.Psi (Psikolog, Terapis)   Inner child ini sudah sering saya baca dan dengarkan. Namun, selalu ada hal menarik setiap kali saya mempelajarinya. Termasuk saat membaca materi dan hasil diskusi di grup keluarga inside out. Berdasarkan yang saya baca di kulgram, Inner child adalah pengasuhan masa…

Rumahku Tempatku Belajar
Bunda Cekatan / 3 Februari 2020

Kejutan lagiii. . . Ga ada capeknya tim institut ibu profesional membuat kejutan. Yang tentu saja membuat saya terus berpikir dan belajar. Jadi apa kejutan minggu ini? Taraaaa. . . Si ulat diminta cari rumah! Minggu ini, cerita si ulat mencari rumah adalah tugasnya. . . Dan masih konsisten sejak awal, saya sedang fokus di masalah emosi. Maka manajemen emosilah yang saya hampiri pertama. Walaupun sempat galau apakah akan ambil rumah parenting terlebih dahulu. Namun akhirnya meneguhkan hati untuk memperbaiki emosi diri terlebih dahulu. Nanti, setelah kenyang dengan ilmu ini, baru pindah ke rumah parenting. Bingung dan heboh Seperti yang sudah-sudah Saat tantangan datang. . . Pun yang saya rasakan. Tapi ya sudah, jalani saja dulu. . . Link WA diberikan. Masuklah saya ke rumah keluarga manajemen emosi. Dan tanpa disangka peminatnya cukup banyak. Lebih dari 300 orang. Tentu saja tak mampu ditampung WA. Pindahlah kami ke telegram yang bisa menampung anggota lebih banyak. Lagi-lagi heboh dan bingung. Karena memang belum terlalu familiar dengan telegram. Namun, Alhamdulillah bisa berjalan lancar. Salut untuk mbak Aisyah sebagai kepala keluarga yang sabar mendampingi anak-anaknya yang super banyak. Dengan tim inti tentunya. Terima kasih mbak-mbak. 🤗🤗🤗 Karena banyaknya peminat, kamipun dibagi menjadi beberapa kelompok…

Yuk Masuk ke Goa The Jungle of Knowledge
Bunda Cekatan / 28 Januari 2020

Minggu kedua kelas ulat-ulat. . . Saya dikejutkan dengam tugas yang tak biasa! Ya! Membuat potluck ilmu untuk dibagikan kepada teman-teman lain dalam bentuk audio atau video. Yang pertama kali terbersit dalam pikiran saya adalah “bukan gue bangeeet”. Secara saya adalah orang yang lebih menikmati bahasa tulisan dibanding audio atau video. . . Bahkan awalnya berniat untuk skip saja untuk tugas ini. Kan ada toleransi 2 kali tidak mengerjakan tugas. Begitu pikir saya. Tetapi. . . Akhirnya saya memutuskan menjadikan tugas ini sebagai tantangan. Tantangan saya sebagai ibu dengan 2 anak yang lahir di era teknologi. Anggap saja, ini adalah salah satu cara saya memantaskan diri untuk mendidik anak-anak yang hidup di era teknologi. Kalaupun tak bisa secepat mereka beradaptasi dengan teknologi, paling tidak saya berusaha. Begitulah akhirnya saya mencoba mengerjakan tugas walau gagap. Saya membuat tutorial membuat playdough menggunakan aplikasi kinemaster. Saya membuatnya dengan gambar dan tulisan lalu saya beri penjelasan menggunakan audio. Saya harus cek tutorial di youtube dan google berulang kali. Lalu coba-coba menggunakan beberapa tools. Yang penting jadi dulu. Lalu, agar hasil karya saya bisa punya link untuk disetorkan sebagai tugas. Saya pun membuat akun youtube. Disitulah saya meng- upload tugas saya. Mau lihat? Boleh klik di link…

Menelusuri The Jungle of Knowledge
Bunda Cekatan / 21 Januari 2020

Tak terasa 4 tugas di kelas telur-telur telah terlewati. Dalam kelas telur ini saya banyak merenung dan berpikir untuk menentukan jalan yang akan saya lalui dengan cara yang bahagia. Empat pekan dilalui. Waktunya si telur menetas menjadi ulat kecil. Si ulat kecil ini kebingungan melihat dunia yang baru dia temui. Namun dia harus bertahan hidup. Dia harus mencari makanan untuk dia makan. Tanpa ada yang menyuapai. Artinya dia harus mencicipi satu-satu makanan yang ada di hutan. Dengan begitu dia akan tahu mana makanan yang cocok untuknya mana yang tidak. Begitu jugalah tugas kami di kelas ulat ini. Kami diibaratkan ulat yang sedang kelaparan ilmu. Lalu kebingungan ilmu apa saja yang harus dimakan. Bersyukur kami dibekali peta di kelas telur. Maka peta itulah yang akan menjadi pedoman untuk mencari makan di “the jungle of knowledge” agar tak tersesat lalu kehabisan waktu. Lalu, sebelum memulai petualangan, disediakan tempat untuk berbagi potluck ilmu. Barangkali ada ilmu yang bisa dibagi atau bisa diambil dari teman-teman. Nah, potluck yang saya sajikan adalah tentang berpikir positif. Dari sebuah buku berjudul Terapi Berpikir Positif karangan Dr. Ibrahim Elfiky. Saat aku belajar, ada satu hal menarik yang aku dapatkan yaitu, Dalam buku ini, terdapat 5 bagian dan setiap bagian memiliki sub…

Belajar Cara Belajar
Bunda Cekatan / 14 Januari 2020

Baiiiiik. . . Minggu ini memasuki pekan keempat bunda cekatan ibu profesional. Setelah melewati telur hijau, telur merah, lalu telur orange, minggu ini kami diberi tugas untuk membuat mind mapping. Ditugas bunda cekatan mind mapping digunakan untuk membantu memetakan proyek yang akan dibuat berdasarkan telur-telur sebelumnya. Sedangkan tujuan membuat mind mapping ini adalah untuk mempermudah mengingat, mencatat, maupun mengevaluasi kegiatan atau proyek kita. Nah, dalam tugas kali ini, saya membuat projek dengan judul “Positive Life“. Mengapa? Karena menurut saya, positive life inilah yang akan membantu saya hidup lebih bahagia. Harapannya ketika sudah hidup dengan pola yang positif, teori ataupun informasi yang didapat, dapat masuk dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan. Dari pemaparan di atas, saya akhirnya membuat 4 tujuan, yaitu: Menjadi pribadi, istri, dan ibu bahagia Bisa mendampingi suami dengan sabar Bisa menjadi fasilitator anak dengan sabar Bisa positif thinking dalam segala kondisi. Sedangkan ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk menuju tujuan saya tersebut antara lain, 1. Ilmu Berpikir Positif Yang kemudian bercabang menjadi beberapa ilmu yaitu: Jurnal syukur, ilmu menyalurkan emosi negatif, dan tazkiyatun nafs. 2. Ilmu Perkembangan Anak sesuai Usia Yang kemudian bercabang menjadi beberapa ilmu yaitu: Fitrah Based Education, pendidikan berbasis karakter, dan talents mapping. 3. Ilmu Agama Yang kemudian bercabang…

Lacak Cara Belajarmu!
Bunda Cekatan / 7 Januari 2020

Selamat siang mommiees… Selamat datang di tugas ketiga bunda cekatan ibu profesional…. Minggu ini, kami diminta untuk mencari telur orange. Apa itu telur orange? Telur orange adalah ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk menunjang keterampilan yang sudah dipilih di telur merah. Minggu lalu, saya telah memilih 5 keterampilan yang ingin saya tingkatkan yaitu: Komunikasi produktif, ilmu ini membantu saya menyampaikan gagasan serta bertanya perasaan kepada anak dan suami dengan cara yang benar. Manajemen waktu, Manajemen waktu membantu saya membuat prioritas kegiatan mana saja yang harus didahulukan tanpa mengorbankan kebahagiaan pribadi dan kewajiban sebagai istri dan ibu. Membaca bahasa tubuh, ilmu ini ingin saya pelajari untuk menunjang aktivitas merasakan perasaan orang lain terutama anak-anak dan suami. Sentuhan ibu, ilmu ini ingin saya pelajari untuk menunjang aktivitas merasakan perasaan orang lain terutama anak-anak dan suami. Bahasa cinta, ilmu ini ingin saya pelajari untuk menunjang aktivitas berpikir sekaligus merasakan perasaan orang lain terutama anak-anak dan suami. Setelah merenung lalu berdiskusi dengan salah seorang teman sebut saja Mbak Nurul 🤭, saya akhirnya merevisi telur merah saya. Mengapa? Karena saat ini hal penting dan mendesak yang ingin saya lakukan adalah ingin memperbaiki hubungan dengan anak dan memperbaiki kesalahan-kesalahan pengasuhan masa lalu yang mempengaruhi perilaku anak saat ini. Nah, saya sengaja merevisi…

Melacak Keterampilan yang Dibutuhkan Untuk Menunjang Kekuatan Diri
Bunda Cekatan / 23 Desember 2019

Selamat datang di tugas kedua Bunda Cekatan Ibu Profesional…. Jika minggu lalu kami diminta untuk mencari telur hijau yang merupakan aktivitas yang dibagi menjadi 4 kuadran lalu dipilih 5 aktivitas bisa dan suka. Maka minggu ini kami diminta untuk mencari telur merah. Apa itu telur merah?? Telur merah adalah keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan kita dalam 5 aktivitas bisa dan suka yang sudah dipilih dalam telur hijau. Baca: Lacak Kekuatanmu Nah, nah, nah… dari kelima aktivitas tersebut manakah yang paling urgent untuk ditingkatkan kemampuannya? Bagi saya, 5 kegiatan yang saya pilih minggu lalu merupakan kegiatan urgent yang ingin segera saya lakukan dalam menjalani peran sebagai ibu, istri, dan pribadi berdasarkan analisis saya terhadap masa lalu, hasil Talents Mapping, dan saran praktisi Talents Mapping. Kelima aktivitas yang saya pilih sebelumnya sebenarnya saling melengkapi. Dan sepertinya memiliki kebutuhan ilmu yang saling beririsan. Yuk kita lihat bagaimana irisannya! Untuk mempermudah analisis, saya menggunakan 3 kategori berdasarkan tujuan. Yaitu: 1. Menyalurkan Bakat untuk menghindari stress. Berdasarkan hasil TM (dan memang saya rasakan), saya memiliki bakat analitycal dan intelection dimana kedua bakat tersebut merupakan area thinking. Jika bakat tersebut tidak saya salurkan maka saya berkemungkinan stressfull dan overthinking. Yang tentu saja berpengaruh saat berkegiatan dengan…