Cara Membatasi TV dan Gawai untuk Anak

11 Juli 2019

Setiap kondisi yang dipilih tentu ada konsekuensi yang harus dihadapi. Pun ketika orang tua memutuskan untuk screen diet, ada konsekuensi yang harus dihadapi.

Apa itu?

Orang tua harus membuat kegiatan yang menarik dan menyenangkan bagi anak. Melebihi ketertarikan dan kesenangan anak dengan televisi maupun gawai.

Kesabaran sudah pasti jadi bahan bakar utama. Namun, kreativitas, waktu, tenaga, dan dana juga tak kalah penting.

Saat memposting kegiatan bersama anak terlebih saat membuat kerajinan, percobaan atau DIY, ada teman yang bertanya, ” Masih sempet bebikinan ya sama anak? Gimana caranya? “

Saya sebenarnya juga tak tahu jawabannya. Kegiatan yang saya buat untuk anak-anak sebenarnya hanyalah untuk mengalihkan mereka dari tv dan gawai. Hanya sesekali saya selipkan pengetahuan dasar.

Saya juga ibu biasa. Manusia biasa. Bahkan beberapa waktu lalu, saya pernah sedang merasa benar-benar malas bermain bersama anak. Akhirnya ada waktu dimana saya membiarkan anak-anak tanpa aturan nonton tv dan gawai. Perasaan saya? Tentu campur aduk. Ada pergolakan batin antara kebutuhan saya untuk “istirahat” dan dampak yang harus diterima anak-anak ketika terlalu banyak screentime.

Saat saya melihat mata anak kedua saya ada yang aneh ketika melihat tv. Saat itu juga saya memutuskan untuk menghentikan kegalauan saya. Dan kembali menguatkan diri untuk kembali membatasi penggunaan tv dan gawai. 

Tanpa pikir panjang, daftar bahan untuk bermain bersama mereka saya buat dengan referensi buku-buku yang ada di rumah.

Seperti:

  • Buku gambar
  • Spidol
  • Kertas karton
  • Cat air
  • Kuas
  • Kertas origami
  • Benang
  • Pita
  • Lem
  • Isolasi
  • Dll

Bahan-bahan tersebut tidak dibuat dalam sekali waktu. Sesuai kebutuhan saja. Namun, bahan-bahan tersebut cepat sekali habis. Bagaimana tidak, sehari kami bisa bermain beberapa kali. Bisa karena apa yang kami buat sudah selesai dibuat atau faktor kebosanan anak-anak. Anak-anak memiliki rentang konsentrasi terbatas bukan? Tantangan yang harus dihadapi setiap orang tua dengan anak-anak balita. Apalagi jika ada dua. Tentu lebih menguras tenaga dan pikiran.

Sekali lagi, memutuskan untuk mengurangi anak dari tv dan gawai tentu memiliki konsekuensi yang bisa jadi berat. Tak hanya sekedar matikan tv dan gawai selesai. Tak sesederhana itu.

Yuk ah semangat lagi membersamai anak dan mengurangi penggunaan tv dan gawai!!!

=================================

Berikut beberapa kegiatan kami di rumah

Bermain sepeda keliling komplek

Membuat dan bermain play dough

Membuat dan bermain wayang

Membuat berbagai macam hewan dengan kertas origami

Menggambar dan mewarnai dengan cat

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *