Campur Aduk bersama Innerchild, Self Healing, dan Homeschooling

11 Februari 2020

Alhamdulillah. . .

Kembali lagi di tugas bunda cekatan minggu ini. . .

 

Minggu yang cukup menguras pikiran untuk saya, karena banyak rencana berubah haluan di minggu ini. Bagi saya dengan hasil TM yang adaptability nya rendah, tentu perubahan mendadak ini membuat saya stressfull. Tapi tak apa, saya hanya perlu mengaktifkan atau menggunakan bakat lain sebagai gantinya. . .

Kembali ke tugas bunda cekatan. . .

Minggu ini kami diminta untuk memakan ilmu yang dibutuhkan. Boleh tetap tinggal di keluarga awal atau pindah ke keluarga lain jika dirasa sudah kenyang di keluarga awal.

Saya masih bertahan di keluarga awal saya yaitu keluarga inside out.

Banyak ilmu yang saya dapat di keluarga ini. Antara lain ilmu tentang innerchild dan self healing dengan cara sadar nafas lewat kulgram (kuliah telegram).

1. Inner child

Hari, Tanggal: Kamis, 6 Februari 2020

Waktu: 19.00 – 21.00 WIB

Tema Materi: Healing Innerchild untuk Pengasuhan yang Lebih Baik 

Pemateri: Shinta Rini, M.Psi (Psikolog, Terapis)

 

Inner child ini sudah sering saya baca dan dengarkan. Namun, selalu ada hal menarik setiap kali saya mempelajarinya. Termasuk saat membaca materi dan hasil diskusi di grup keluarga inside out.

Berdasarkan yang saya baca di kulgram,

Inner child adalah pengasuhan masa lalu yang sangat kuat, dimana kita meniru tingkah laku, kata-kata, peristiwa di masa lalu, sehingga membentuk pikiran, keyakinan, dan perilaku  yang kita lakukan saat ini.

Innerchild sendiri terdiri dari 2 yaitu innerchild positif dan negatif.

Nah, yang dibahas lebih dalam dalam kulgram ini adalah innerchild negatif (trauma, luka pengasuhan orang tua, fobia, dll).

Dan sayangnya, jika inner child negatif ini belum sembuh bisa berakibat buruk saat mengasuh anak-anak kita. Misalnya marah pada anak secara berlebihan padahal anak hanya melakukan kesalahan sepele lalu menyesal, paham membentak anak itu tidak baik tetapi tetap melakukan, sering ikut acara parenting tetapi terasa sulit untuk melaksanakan, dll. (Kok saya banget ini yaa. . . 😅)

Yang bisa jadi akan diulangi anak kepada anak-anaknya kelak. Semacam lingkaran setan.

2. Self Healing dengan ilmu sadar nafas

Bersama mbak Fracecha (praktisi self healing)

Ilmu ini baru dan sangat menarik. Kenapa? Karena di materi ini kami diajak untuk menyadari dan menyelami apa yang dirasa dan dialami diri sendiri.

Karena dengan mengenali, memahami, menyadari dan menerima semua sensasi yang adalah langkah awal menyembuhkan diri (self healing).

Jelas sesuatu yang baru mengingat budaya kita kental dengan menyembunyikan perasaan agar selalu terlihat baik-baik saja. Yang tentu saja kurang baik untuk kesehatan mental dan fisik seseorang.

Nah caranya bagaimana?

Yaitu dengan sadar nafas dan mengamati.

Bernafaslah dengan sadar. Lalu rasakan emosi yang ada di dada. Marahkan, jengkelkah, senangkah, dll.

Lalu amati dengan jeli, misal marah amati apa yang terjadi pada tubuh, jantung berdebarkah, aliran darahnya bagaimana, dll.

Dengan begitu emosi akan berangsur teralirkan. Pada kondisi ini biasanya kondisi diri menjadi tenang. Saat tenang inilah biasanya solusi datang.

 

Nah, setelah belajar dari keluarga sendiri, sayapun sempat intip-intip materi dari keluarga sebelah yaitu tentang homeschooling. Kenapa? Karena materi di dalamnya memuat materi tentang fitrah based education yang ada dalam mind map saya. Dan tentu saja memberikan gambaran kepada saya yang saat ini juga menjalankan homeschooling usia dini.

3. Home schooling

Oleh mbak Laila dari keluarga 24hourschool.

Mbak laila disini memaparkan ragam kegiatan untuk masing-masing rentang usia. Yaitu

1. Usia 0-6 tahun

Golden age untuk membangkitkan fitrah iman dengan cara membangkitkan kecintaan pada Allah dan Rasul dan akan lebih mudah dengan melakukan tadabur alam.

Di usia 3-6 tahun bisa diajak jelajah tempat tinggal. Ada apa saja disekitar rumah. Ada tanaman apa saja, dll.

2. Usia 7-10 tahun

Golden age untuk fitrah belajar dan fitrah jasmani.

Melakukan kegiatan jelajah tempat-tempat kota misalnya ketempat-tempat bersejarah, pasar, dll.

Melakukan tour the talent. Dengan melihat dan memperhatikan profesi-profesi disekitarnya.

3. Usia 11-14 tahun

Golden age untuk fitrah bakat.

Mengenalkan berbagai macam profesi dengan lebih mendalam dengan magang.

Melakukan jelajah nusantara. Keluarga mbak Laila memulai jelajah nusantara sejak tahun 2017. Dimulai dengan trip-trip pendek. Lalu pernah melakukan perjalanan 36 jam berkeliling sumatra.

Melakukan live in

Melakukan kegiatan berdasarkan project based.

4. Usia 14-16 tahun

Jelahah dunia.

MasyaAllah. Itulah beberapa makanan saya minggu ini. Melihat teman-teman membagikan pengalan mereka rasanya melihat diri ini bukan apa-apa. Tapi tak apa.

Seperti kata bunda Septi,” Jadilah versi terbaikmu saat ini.”

Jadi pede saja dengan jalan dan laju yang kini sedang kita jalani. Semua butuh proses. Termasuk kamu. Iya kamu yang sangat berharga. 🥰🥰🥰

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *