Anakku Sedih Karenaku

4 Januari 2022

Orang Tua selalu ingin melakukan yang terbaik untuk anak. Benar. Namun, apakah benar orang tua tidak pernah melakukan kesalahan?

Tentu saja tidak!

Orang tua juga bisa berbuat salah ke anak. Orang tua juga bisa membuat anak marah, sedih dan kecewa. Karena orang tua tetap saja manusia biasa. Hal yang wajar dan manusiawi ketika kita berbuat salah. Bahkan mungkin setiap hari kita berbuat salah ke anak. Namun, hebatnya anak, anak tetap memilih kita sebagai orang tuanya dan mudah sekali memaafkan kita.

  • Ketika anak kecewa ke orang tua

Dua hari lalu, tiba-tiba, si Sulung menyendiri sambil membawa kertas dan pensil. Aku tahu dia sedang kecewa dan sedih. Aku sudah mencoba mengajaknya bicara, tetapi sepertinya dia masih ingin sendiri. Aku menebak dia sedih karena papa nya baru saja memintanya untuk makan malam dan fokus. Padahal dia sudah gosok gigi. Dia malas gosok gigi lagi.

Belum makan malam kok ya sudah gosok gigi ya, pikirku. hihihi

Beberapa waktu kemudian, dia keluar dari tempat menyendirinya. Dia mendekatiku dan meletakkan bukunya di dekatku. Aku memeluknya sambil membaca tulisannya.

Aku mencerna kata-kata anakku karena ada beberapa kata yang salah. Dia bilang;

Hari ini aku tidak beruntung karna papa dan mama bikin aku sedih

Aku kira hanya papanya yang bikin dia sedih. Ternyata aku juga bikin dia sedih. Aku menebak hal yang membuatnya sedih.

Aku lalu bicara padanya.

Akhtar sedih karena tadi Akhtar bilang mau melanjutkan cerita yang Akhtar buat di laptop, tapi mama bilang mama belum bisa bantu ya? Mama ngerjain tugas ya.

Dia diam saja. Itu tandanya yang aku katakan sesuai dengan yang dia pikirkan. Karena biasanya dia akan bereaksi jika kata-kataku tidak sesuai.

Mama minta maaf ya, kalau bikin Akhtar sedih. Mama sayang Akhtar.

Hari itu, memang bukan jadwal dia untuk meneruskan cerita yang dia buat. Dan aku pun sedang mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi. Maka aku bilang aku belum bisa membantunya. Salahku memang karena terlalu fokus dan terkesan mengabaikannya.

Ditambah lagi papanya memintanya makan malam dengan fokus saat dia sudah gosok gigi dan dengan nada memerintah.

Aku mencoba berada diposisinya. Pasti sangat tidak nyaman dan sedih. Sudah dimarahi papa, diabaikan mama pula. Mungkin itu yang dia rasakan.

Setelah menerima perasaannya dan meminta maaf karena ketidaknyamanan yang harus dia rasakan, aku menawarkan diri untuk membacakan buku untuknya.

Dia langsung mengangguk dan tersenyum. Dibacakan buku adalah salah satu senjata untuk meluluhkan hatinya. Saat ini dia sedang mengikuti kisah di sebuah novel yang cukup panjang. Dia masih belum lancar membaca. Dibacakan buku itu akan membuatnya bersemangat karena rasa pensarannya akan terobati. Hihihi.

 

  • Hal yang perlu dilakukan orang tua ketika melakukan salah ke anak.

Hal pertama ketika aku berbuat salah ke anak, marah-marah misalnya atau berteriak ke anak ketika anak melakukan kesalahan, adalah menenangkan diri. Menjauh dari anak. Setelah dirasa tenang, aku akan mendekatinya, memeluknya dan minta maaf padanya.

Maaf ya, tadi mama marah-marah. Marah boleh tapi marah-marah tidak boleh. Seharusnya tadi mama tidak begitu.

Lalu, aku akan mengulangi hal yang benar. Marah tetapi tidak marah-marah. Setelah itu, biasanya aku akan berdiskusi dengan anak tentang hal yang sudah diperbuat anak.

Aku akan bertanya apa kesalahannya.

Apa yang perlu dia lakukan saat berbuat kesalahan itu.

Alternatif perilaku/perbuatan apa yang sebaiknya dia lakukan.

Lalu, setelah itu aku akan memeluknya kembali sambil bilang Mama sayang Akhtar.

 

Mudah? Tidak.

Apakah bisa selalu dilakukan? Belum.

Sama seperti ibu-ibu lain aku masih sering frustasi dan marah-marah ke anak dan praktik di atas tak selalu bisa aku lakukan. Namun, aku berusaha untuk terus berlatih.

Ibu-ibu yang mengalami hal yang sama (masih suka marah-marah ke anak, sepertiku). Jangan patah semangat ya.

Tak apa jika kadang belum berhasil selama kita terus berusaha dan terus berlatih. Yuk, kita maafkan diri sendiri ketika melakukan kesalahan ke anak dan segera move on dan berlatih lagi. Berlatih Marah tapi tidak marah-marah.

4 Komentar

  • Nurul Fe 4 Januari 2022pada13:46

    Wah Akhtar keren sudah bisa mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, good job Mama and Akhtar

    • tutikandarini 12 Januari 2022pada12:40

      Terima kasih Bu Nurul 🙂

  • Lilis 4 Januari 2022pada22:02

    Akhtar rapi sekali tulisannya.. Hebaaatt

    • tutikandarini 12 Januari 2022pada12:41

      Terima kasih tante Lilis 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *