Aku yang Sedang Belajar

15 Mei 2020

Kelas kupu-kupu minggu kedua. . .

Saat kami diminta untuk mengukur kemampuan baik sebagai mentor maupun mentee.

Aku, karena peranku sebagai mentee, aku belajar untuk mengetahui seberapa kenal aku dengan ilmu ini.

Lalu, aku belajar mentoring darinya. Dari Mbak Nuni.

Mbak Nuni, dialah mentorku. Yang dengan sabar memberikan satu demi satu pertanyaan untukku.

Apa, siapa, mengapa, bagaimana?

Ada pertanyaan yang dengan mudah kujawab. Karena sudah kulakukan.

Ada pertanyaan yang membuat aku terdiam. Pertanyaan ini tak pernah terpikir olehku. Membuatku bertanya pada diriku sendiri. Mengharuskanku menyelami hati ini.

Aha, aku tahu posisiku sekarang, ternyata disini, disinilah aku berada. Berdiri di salah satu tangga pertanyaan yang dibuat oleh mbak Nuni.

Mbak Nuni, dialah mentorku. Yang bertanya tanpa menghakimi. Sesekali berempati dan memuji. Khas mentor yang ahli.

Tak heran, karena dia seorang psikolog.

Mbak Nuni, dialah mentorku. Yang bisa memahami kondisi satu sama lain.

Waktu online yang berbeda membuat kami tak bisa video call sesuai anjuran. Fleksible, dia gunakan chat WA untuk mengenalku. Untuk melihat seberapa jauh aku sudah berjalan.

Tak mengurangi esensi untuk mengenal satu sama lain.

Mbak Nuni, dialah mentorku. Yang membantuku mengurai benang kusut sekaligus mengajariku apa itu mentor.

Aku yakin, perjalananku akan bermakna bersama mentorku, Mbak Nuni.

 

Aku yang sedang belajar

Kudus, 15 Mei 2020

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *