False Celebration di Kelas Kupu-Kupu Bunda Cekatan
Bunda Cekatan / 23 Juni 2020

Pekan kelima kelas kupu-kupu bunda cekatan. . . Rasanya masih campur aduk setelah sesi curhat dengan video call bersama mentor. Ada rasa lega dan enteng setelahnya, jadi berasa pingin mager dan leha-leha. hehehe. Tapi tugas sudah melambai untuk dikerjakan. Jadi apa yang dibicarakan selama sesi curhat kok sampai campur aduk begitu rasanya? Banyak! Lebih banyak berbicara tentang pengendalian pikiran sebenarnya, sekaligus mempraktikannya. Saya dipandu Mbak Nuni, mentor saya, untuk melakukan 4A, Aware, Accept, Allow, dan Away. Ah, nangis bombay tetapi setelahnya lega. Juga dipandu untuk melihat hikmah dibalik kejadian yang tejadi itu. Selain melakukan sesi itu, kami juga melakukan false selebration. Ada yang pernah dengar istilah false selebration? Kalau saya baru dengar tadi malam saat Bu Septi menjelaskan tentang mentorship pekan kelima ini. Dari pemahaman saya melalui penjelasan Bu Septi tadi malam, false selebration adalah perayaan saat kita mengakui bahwa langkah kita tidak sesuai dengan rencana. Itulah mengapa tahap ini kita diminta untuk melihat kembali action plan kita. Sesuaikah langkah kita dengan rencana? Read: Action Plan Ibu Si Pendidik Rumahan Jika salah? ya tidak apa-apa. Karena manusia memang tempatnya salah. Yang penting setelah tahu membuat kesalahan, kita akui lalu belajar dari kesalahan tersebut. Jangan lupa untuk mengapresiasi diri sendiri saat…

Rencana dan Langkah Ibu Si Pendidik Rumahan
Bunda Cekatan / 9 Juni 2020

Siaaang. . . Kembali lagi di tugas bunda cekatan ibu profesional. Perlu pemanasan ekstra untuk mengikuti perkuliahan setelah 2 minggu libur lebaran. Ada yang sama?? 😁 Kemarin adalah H-1 hari terakhir pengumpulan tugas, si mama ini baru berhubungan lagi dengan mentor. Pun baru melihat video dari bu Septi kemarin siang. Mepet banget! 😅 Bersyukur dapat mentor yang menerimaku apa adanya. Menerima diskusi bab perencanaan pembelajaran di waktu yang sudah mepet ini. Terima kasih Mbak Nuni!🥰 Ah iya, minggu ini kami diminta untuk membuat planning. Saya memahaminya sebagai planning jangka pendek, menengah, dan panjang. Saya bentangkan peta. Melihat kembali apa tujuan saya, ilmu apa saja yang akan diterapkan dan ditekuni beserta deadlinenya.   Setelah itu, saya pun membuat daftar ilmu apa saja yang harus saya pelajari berkaitan dengan tujuan saya tersebut. Dan tentu saja membuat skala prioritas.   Sebenarnya banyak sekali ilmu yang ingin dipelajari. Namun, diri ini harus diingatkan bahwa harus fokus pada apa yang disenangi terlebih dahulu. Dan dunia anak dan pendidikan memang menjadi daya tarik tersendiri bagi saya saat ini. Apalagi saya merasa bertanggung jawab terhadap pendidikan sekaligus pengasuhan anak-anak. Oleh karenanya, pengelolaan emosi dibarengi dengan mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan anak adalah prioritas saya saat ini. Sedangkan…

Jurnal Kegiatan Anak: Berbagi saat Pandemi
Aktivitas , Keluarga / 3 Juni 2020

Covid-19, virus yang saat ini sedang menyebar ke seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Yang sudah dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO. Covid-19 adalah salah satu bahasan menarik saat ini karena telah banyak merubah tatanan kehidupan. Termasuk ekonomi. Banyak pekerja yang biasanya bekerja di kantor, harus bekerja di rumah. Bahkan tak sedikit yang di rumahkan karena pengurangan produksi. Atau pelaku bisnis kecil yang dibayang-bayang gulung tikar karena adanya anjuran untuk di rumah saja dan pembatasan sosial berskala besar. Kondisi ini lah yang kemudian membuat kami membuat projek keluarga yang bertemakan sosial: Berbagi saat Pandemi. Tujuannya adalah agar anak-anak belajar berempati dengan merasakan langsung menyiapkan dan membagikan bingkisan kepada yang membutuhkan. Kami sempat berpikir untuk mencari tahu tetangga yang terdampak melalui RT atau RW. Atau membeli dagangan petani atau pebisnis yang terdampak covid-19. “Pah, ayok lah pah tanya ke pak RT siapa aja yang membutuhkan.” Kata saya pada suami. “Mama ajalah, kan papa ga kenal. Sungkan juga.” Jawab suami. Dan begitulah, maju mundur karena kami sama-sama perlu tenaga luar biasa untuk bertanya, mendata, dll dari orang yang belum kami kenal. Maklum, winning others over kami di tes Tallent Mapping hitam. Artinya kami ini tak bisa sok kenal sok dekat walaupun untuk tujuan yang…