Membuat Game Sederhana dengan Lego
Aktivitas , Keluarga / 25 April 2019

Lego merupakan permainan yang cukup populer beberapa tahun terakhir ini. Permainan ini pun memiliki banyak manfaat yang sudah tak diragukan lagi. Dari lego, anak menjadi Mengenal warna : lego yang memiliki warna-warna cerah dan beragam membuat orang tua mudah mengenalkan warna dengan lego. Tahu hitungan sederhana : Dengan lego anak bisa mengenal besar kecil dan panjang pendek. Lebih kreatif : Banyak bentuk yang bisa diciptakan anak. Dari hasil karya dari lego pun bisa dikembangkan lagi menjadi cerita atau permainan peran. Lebih sabar : lego melatih anak lebih sabar menyusun satu demi satu agar dapat objek yang diinginkan. Juga saat menghadapi hasil buatannya jatuh dan terlepas. Terlatih motorik halusnya Terlatih komunikasinya Dll Paling tidak beberapa manfaat itu lah yang anak-anak saya dapat dari lego. Belum lagi ketika mereka tiba-tiba memperlihatkan hasil karya tak terduga mereka kepada saya. Seperti kemarin ketika Akhtar keluar dengan game yang dia buat dari lego. Permainan “Waktam” begitu nama permainan ini ketika saya tanyakan pada si pembuat. Cara bermainnya sangat sederhana. Ada lego kecil berukuran 2×1 dijadikan objek. (Pada gambar di atas, objek adalah lego yang berwarna orange kecil.) Nah, kotak atau board nya digoyang agar objek tersebut melewati rintangan sehingga sampai di bawah. Jika tidak jatuh dan sampai di…

Memasak/Menanak Nasi Secara Tradisional Menggunakan Dandang
Aktivitas , Masakan / 15 April 2019

Siapa yang tak kenal nasi? Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Orang Indonesia biasanya merasa belum makan jika tidak menggunakan nasi. Sudah makan 2 roti atau 3 singkong, kalau belum makan nasi ya belum makan. Betul apa betul? 😁🤭 Sama halnya dengan penduduk Indonesia yang lain. Keluarga kamipun menggunakan nasi sebagai makanan pokok. Hanya saja, beberapa hari ini, kami menggunakan cara memasak yang berbeda dari biasanya. Yaitu memasak secara tradisional dengan menggunakan dandang. Apa alasan memasak dengan dandang? Sebenarnya alasannya karena tak sengaja saja. Saat itu, magic com untuk memasak nasi lupa kami rendam. Hasilnya kerak nasi sulit untuk dibersihkan. Padahal sudah waktunya untuk memasak nasi. Lalu, memasak nasi menggunakan dandang menjadi pilihan. Bagaimana cara memasak nasi dengan dandang? Cara memasak nasi dengan dandang yang kami gunakan cukup mudah.  Cuci bersih beras yang akan dimasak. Taruh di dalam panci lalu masukkan air secukupnya. Saya menggunakan ukuran 1 ruas jari di atas beras. Masak di atas kompor. Sesekali aduk. Sampai air hampir habis. Jika ingin air tajin, ambil air yang mulai mengental sebelum air habis. Air inilah yang disebut air tajin. Panaskan dandang dengan air secukupnya. Jika sudah mendidih, masukkan nasi yang sudah dimasak tadi ke dalam dandang. Angkat jika sudah…

Terlahir Introver dan Pendiam, Salahkah?
Curhat / 13 April 2019

Memiliki anak periang, mudah bergaul, banyak teman, tak takut orang dan tempat baru tentu adalah idaman semua orang tua. Sedangkan menghadapi anak yang pendiam, tak mudah bergaul, tak memiliki banyak teman, atau lebih suka menyendiri biasanya membuat orang tua khawatir dan mempertanyakan apa yang terjadi pada mereka. Hari Ahad kemarin, saat mengikuti sharing sesion bersama ayah Kholiq (pendiri SKIS, praktisi HE, fasilitator Hebat community) pun beberapa teman ada yang bertanya tentang ini. Bertanya mengapa anak beliau pendiam sekali. Jawaban ayah Kholiq adalah bagus. Iya, bagus, apalagi untuk anak perempuan. Malu adalah hal yang bagus. Kemudian ada pertanyaan juga mengapa anaknya tak menyapa teman yang dulu pernah satu kelas. Kata ayah Kholiq adalah tak apa-apa. Beliau menjelaskan bahwa anak tersebut berkepribadian introvert. Sebenarnya introvert dan ekstrover sama-sama kepribadian yang baik. Hanya saja kadang budaya kita melihat bahwa anak yang grapyak, suka menyapa, pintar bersosialisasi lebih baik dan lebih mendapat perhatian. Padahal sejatinya mereka sama. Nah sebenarnya apa sih introvert itu Menurut KBBI in.tro.ver /introvèr/ a bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kepada orang lain; bersifat tertutup Introver adalah pribadi yang lebih nyaman menyendiri dibanding di dalam keramaian. Bagi introver berada dikeramaian dan berinteraksi dengan banyak orang menguras energinya. Me time atau menyendiri adalah cara…

Ketika Bullying Menjadi Jalan Terakhir
Curhat / 11 April 2019

  Beberapa hari ini kata perundungan atau bullying sedang wira-wiri di mata dan telinga kita. Jadi apa sih perundungan itu? Perundungan berasal dari kata rundung > merundung. Menurut KBBI, Rundung > Merundung berarti : v mengganggu; mengusik terus-menerus; menyusahkan: anak itu ~ ayahnya, meminta dibelikan sepeda baru v menimpa (tentang kecelakaan, bencana, kesusahan, dan sebagainya): ia tabah atas kemalangan yang telah ~nya v menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali dan dari waktu ke waktu, seperti memanggil nama seseorang dengan julukan yang tidak disukai, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, mengancam, atau merongrong Ya, jagad dunia maya dan nyata sedang gempar dengan kasus perundungan atau bullying yang menimpa Audry. Anak SMP berusia 14 tahun. Tak hanya secara verbal, perundungan juga dilakukan secara fisik. Tidak hanya oleh 1 tetapi beberapa pelaku dengan usia yang lebih dibanding korban. Apa saja yang dilakukan, saya tak bisa menuliskannya disini karena saya tak sanggup. Sungguh miris. Yang jelas, kini Audry harus dirawat di rumah sakit. Dia mengalami tak hanya luka fisik tetapi juga luka batin. Yang bisa jadi, dia bawa seumur hidup. Ya, seumur hidup. Tak habis pikir dengan perbuatan pelaku. Bagaimana bisa mereka beramai-ramai melakukan perundungan dan seakan tak merasa bersalah. Bahkan sempat mengunggah IG…

Mencari Harta Karun di Pasar Tradisional
Aktivitas , Keluarga / 9 April 2019

“Hari ini kita ke pasar ya.” Ajak saya pada anak-anak. “Ga mauuu, ga seronok, ga seronok.” Jawab Akhtar menirukan gaya Upin Ipin. Ya, seminggu sekali keluarga kami berbelanja sayur dan protein ke pasar tradisional. Tidak seperti minggu-minggu sebelumnya, Akhtar menolak ikut. Alasannya karena tak seronok. Tak Asyik. Sepertinya dia mulai bosan. Dia merasa sudah tak ada hal menyenangkan yang dia dapat. Tak ada yang dia suka. “Eh, kita cari harta karun yuk di pasar?” Tanya saya. “Harta karunnya apa?” Tanya Akhtar mulai antusias. “Rahasia dong, nanti Akhtar tebak sendiri yaa.” Jawab saya. Padahal saya waktu menjawab ini juga belum ada ide. Hehehe. “Gimana kalau kita bikin peta?” Tambah saya. Saya dan papa Akhtar pun mendiskusikan secara kilat mengenai harta karun dan petanya. Kemudian papa Akhtar membuat peta dan membuat gambar harta karun yang harus dicari Akhtar. Harta karun yang harus dicari Akhtar adalah beberapa bahan yang akan kami beli yaitu tempe, bawang bombay dan tahu. Kamipun berangkat. Akhtar antusias dan senang sekali. Sudah lupa jika beberapa waktu lalu dia menolak ikut ke pasar. Hehehe. Sampai di pasar, Akhtar memimpin di depan. Saya, papa Akhtar, dan Arfa (digendong papa) mengikuti di belakang. Tempe adalah harta karun pertama. Penjualnya ada di dekat…