Berteman Dengan Keramaian
Curhat , Keluarga / 25 Juli 2018

Kalau lihat foto ini adem yaa. Saling gandeng, saling menjaga. Tapiii, ibu-ibu yang punya toddler sekaligus bayi di rumah kebanyakan tau lah ya bagaimana ramainya ketika mereka berebut mainan, iseng-isengan, marahan, dan saling cari perhatian. Manjur bikin kerutan di wajah mama bertambah 😂😂😂. Namanya manusia biasa, kadang pusing ya, kalau denger tangisan, rengekan, dan teriakan? Pun saya juga sering sakit kepala kalau sudah nangis semua dan berebut. Ada beberapa hal yang bisa membantu saya mengatasi “keramaian” itu, yaitu: Membuat hak kepemilikan. Jadi setiap barang yang ada di rumah punya pemilik. Siapa yang mau pakai harus pinjam dan seizin pemilik. Ada juga barang milik bersama misal tv, kulkas, buku. Mainan pun juga ada yang milik mas Akhtar ada yang milik adek Arfa. Untuk mainan ini, siapa yang pertama mainan itu yang boleh main duluan, tidak boleh berebut; Saling meminta maaf. Jika ada yang salah harus minta maaf. Sangat menghindari kalimat “yang lebih besar mengalah”. Kalau adek merusak lego yang dibuat mas Akhtar ya harus minta maaf (red: peluk, karena adek belum bisa omong maaf) ke mas Akhtar begitu pula sebaliknya. Pun, kalau mama atau papa salah ke Akhtar atau Arfa, kami pun minta maaf. Intinya, siapa yang salah dia yang minta…